Budayaberdagang adalah hasil karya, cipta, dan rasa manusia dalam kegiatan jual beli, yakni dimana penjual menawarkan produk yang dijualnya kepada pembeli. Dalam hal ini, budaya meliputi kaidah-kaidah, nilai-nilai, ajaran, teori, dan aturan aturan yang membentuk dan terwujud dalam perilaku manusia. Tidakada hubungan sedekat orang Iran dan India di antara komunitas Indo-Eropa. Puluhan buku, ratusan risalah, dan hampir seribu artikel telah ditulis dalam bahasa Persia, Inggris, dan bahasa lain tentang hubungan sejarah dan budaya kita dengan India. Bagaimana Anda menilai keadaan hubungan budaya saat ini antara India dan Iran? BUDAYAKERJA ORANG INDIA DAN KANADA DI LINGKUNGAN BISNIS. Never Eat Alone Bermacam Rahasia Sukses pdf Free Download. Catatan Tentang Orang Cina Indonesia dalam Politik Lokal rahasia bisnis orang cina id scribd com december 22nd, 2019 - share rahasia bisnis orang cina salam sejahtera saya mau share intisari dari buku rahasia bisnis orang cina Apaitu Budaya Barat? Budaya Barat dicirikan oleh filosofi dan metodologi baru. Sebenarnya, budaya Barat memiliki pendekatan baru terhadap masalah kehidupan.Budaya barat berbeda dengan budaya India dalam beberapa aspek seperti kebiasaan makan, etiket, kode etik, keluarga, kehidupan perkawinan, kehidupan sosial, dan kehidupan beragama untuk menyebutkan beberapa area. MANADO Budaya orang Filipina sangat mirip dengan budaya dari masyarakat Sulawesi Utara. Apalagi, secara jarak lokasi keduanya memang sangat berdekatan dan dapat ditempuh dengan perjalanan udara hanya dalam satu jam. Namun sayang, tidak ada penerbangan langsung antara Filipina (Davao) - Manado. "Saat ini tidak ada direct flight. DaftarOrang Terkaya di Dunia 2022. 1. Elon Musk. Elon Musk Foto: AP/Jae C. Hong. Elon Musk menjadi orang terkaya di dunia saat ini. Namanya memang sudah sangat terkenal di dunia bisnis dan teknologi. Orang terkaya ini dikenal sebagai CEO dari mobil listrik Tesla. Namun. selain itu ada sederet penemuan lainnya, yaitu penerbangan luar angkasa SepertiJepang, India, Polandia dan Meksiko. Melalui pameran ini, WBI berharap nilai-nilai budaya di Indonesia dapat terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi yang akan datang. Sehingga kekayaan budaya Indonesia tidak hanya dikagumi sebagai mahakarya semata, tetapi juga bisa menjadi devisa negara dan membawa kesejahteraan bagi pelaku Jadi untuk mengurangi biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan, bisnis mengalihdayakan proyek kepada orang-orang di negara berkembang di mana orang-orang terpelajar tersedia dengan upah yang cukup murah. Indonesia, India, Vietnam dan Cina adalah contoh penyedia tenaga kerja dengan biaya yang murah. 2. Industri Internet of Things (IoT) Budayadan Etika bisnis India - Orang India sangat dibimbing oleh agama mereka masing-masing dan nilai-nilai bersama mereka. Menghormati orang yang lebih tua dan hierarki adalah nilai-nilai inti yang menembus semua aspek masyarakat India. Orang India juga sangat mementingkan keluarga dan komunitas. Dan seperti di banyak budaya Asia, konsep saving face, menghindari kesalahan atau segala jenis situasi memalukan dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan dan memengaruhi transaksi bisnis MenurutZakaria dkk dalam Penyelenggaraan Pesta Budaya Tabuik: Perspektif Nilai-nilai Agama (2005), orang-orang Mesir Kuno menyebut Tabut sebagai peti yang terbuat dari batu atau kayu, tempat meletakkan mayat. Di atas peti itu ditumbuhi relief dan gambar-gambar kesedihan orang Mesir serta keyakinan pada alam lain. (hlm. 1) n3acuu. Keunikan budaya India perlu Anda ketahui sebelum menempuh pendidikan atau mengunjungi negara ini. India merupakan salah satu negara yang berada di Asia Selatan. Salah satu negara demokrasi terbesar di dunia yang berbatasan dengan Samudera Hindia, Teluk Benggala, dan Laut Arab. Selain itu India berbatasan dengan negara lainnya seperti Tiongkok, Burma, Pakistan, Bhutan, Nepal, dan Bangladesh. Hal yang menonjol dari India adalah dari beragam budaya yang unik. Penuh dengan adat istiadat dan tradisi yang berbeda dengan negara lainnya. Keunikan Budaya India Beragam Keunikan Budaya India yang Perlu Diketahui Hal yang menarik dari India adalah agama, musik, tarian, festival, arsitektur, hingga makanan khas India. Karena mayoritas masyarakat di India beragama Hindu, sehingga banyak tradisi dan acara pemujaan. Hampir 80% beragama Hindu dan sisanya beragama Sikhisme, Buddhisme, Islam, dan Jainisme. Saat Anda ingin mengunjungi atau tinggal di negara ini baik menempuh pendidikan maupun bekerja, maka kenali terlebih dahulu dari adat istiadat hingga tradisinya. Salam Ala India Keunikan budaya India adalah menerapkan salam Namaste. Salam ini adalah kebiasaan paling populer dan bukan hanya dalam lingkup India saja. Namaste ini adalah salam Hindu yang sering diucapkan ketika bertemu satu sama lain maupun salam perpisahan ketika pergi. Perlu Anda ketahui salam di sini tanpa kontak fisik. Namaste atau namaskar ini salah satu dari 5 bentuk tradisional dalam kitab suci Hindu Kuno. Artinya adalah saya memberi hormat kepada Anda atau semoga pikiran kita bertemu. Salam ini dilakukan dengan menunjukkan telapak tangan yang dilipat dan ditempatkan di depan dada. Kata Namaha untuk menandakan pengurangan ego seseorang di hadapan yang lainnya. Jadi Anda perlu melakukan salam ini ketika berada di sana untuk membentengi diri dari hal yang tidak diinginkan. Sekaligus menghormati tradisinya. Tradisi Berpuasa Keunikan budaya India adalah tradisi puasa atau Karwa Chauth. Tradisi ini merupakan festival sehari yang menurut orang India dirayakan oleh wanita Hindu di India Utara. Mereka berpuasa dari terbit matahari hingga terbitnya bulan demi menjaga serta memohon umur panjang. Selain itu mendoakan untuk keselamatan suami atau pasangan. Memang berbeda dengan tuntunan Islam. Puasa Karwa Chauth ini merupakan cara untuk mewakili sebuah ketulusan serta kesungguhan mereka. Sekaligus ungkapan rasa terimakasih kepada para Dewa Dewi. Mereka mengamati dengan cepat hari-hari berbeda dalam seminggu untuk menjunjung Tuhan atau Dewi berkaitan dengan hari tertentu. Sebenarnya asal puasa ini dari ritual Veda yakni mengasamkan apikurban untuk acara pengorbanan. Upvas ini untuk menunjukkan puasa dan menyalakan apikurban. Keunikan budaya India orang yang menjalani puasa saat menyalakan atau mengorbankan kembali kebakaran domestik yang disimpan dalam rumah untuk melakukan pengorbanan sehari-hari. Bahasa yang Digunakan di India India memiliki 28 negara bagian juga 7 wilayah. Menurut keputusan Pengadilan Tinggi Gujarat tahun 2010 tidak ada bahasa resmi di India. Namun bahasa resmi pemerintah adalah bahasa Hindi. Sementara konstitusi India mengakui 23 bahasa resmi. Orang yang tinggal di India lebih banyak menulis naskah dalam Devanagari. Meskipun banyak orang orang berbahasa Hindi namun 59 persen penduduk India berbicara dengan bahasa Hindi. Selain itu, beberapa bahasa lain yang negara India gunakan adalah Telugu, Bengali, Urdu, dan Tamil. Sedangkan bahasa Indo-Eropa Kuno biasa terpakai dalam film laga berasal dari India Utara. Sehingga masih dalam perdebatan di antara ahli bahasa. Karena ini berbagi banyak kesamaan dengan bahasa Inggris, Farsi, Rusia, dan Perancis. Adat Sapi Dianggap Suci Keunikan budaya India lainnya adalah kepercayaan bahwa sapi itu hewan suci. Sapi di India merupakan sosok keibuan dan penggambaran tentang karunia Ibu Pertiwi. Hal ini berasal dari Tuan Khrisna yang tumbuh menjadi penggembala sapi yang digambarkan sedang memainkan seruling di antara Gopis pemerah susu dan sapi yang menari mengikuti lagu-lagunya. Tuan Krishna atau Gopala atau Govinda yang berarti pelindung sapi. Sapi tersebut menguntungkan dalam budaya dan agama India. Sekaligus kendaraan terpercaya Tuan Shiva atau Nandi Banteng Suci. Bagi orang India, memberi makan sapi atau kontribusi untuk penampungan sapi begitu penting. Bahkan dalam kitabnya Veda beberapa ayat menyebutkan untuk melindungi serta merawat sapi. Karena sapi memiliki sumber susu yang dapat menopang kehidupan masyarakat India. Sedangkan kotoran sapi menjadi sumber bahan bakar dan hemat energi. Perlu Anda ketahui, membunuh sapi dan mengkonsumsinya adalah perbuatan dosa bagi budaya India. Sehingga India melarang penyembelihan sapi sesuai hukum. Karena sapi disembah layaknya dewa. India menghargai dan berterimakasih dengan hewan tersebut. Arsitektur dan Seni India Salah satu contoh keunikan budaya India arsitektur paling populer adalah Taj Mahal. Arsitektur ini di bangun oleh kaisar Mughal Shah Jahan demi menghormati istri ketiganya. Mumtaz Mahal tersebut merupakan penggabungan unsur dari gaya arsitektur Turki, Ottoman Turki, India, dan Persia. Selain itu juga ada banyak kuil kuno. Sedangkan dari sisi seni, India memiliki industri film yang sering dikenal dengan Bollywood. Sejarahnya mulai dari tahun 1896 saat saudara lumiere mendemonstrasikan seni bioskop di Mumbai. Sehingga film yang terkenal lebih fokus pada tarian yang rumit dan nyanyian. Tradisi tari klasik utama India adalah Kathak, Bharata Natyam, Manipuri, Odissi, Mohiniyattam, Kathakali, dan Kuchipudi. Menggambar tema dari mitologi serta sastra memiliki peraturan presentasi yang cukup kaku. Arsitektur Kuil India sebagian besar di sepanjang garis gelombang magnetik bumi. Sehingga memaksimalkan energi positif yang ada. Kebanyakan orang India ke bait suci untuk membantu memiliki pikiran positif serta mengumpulkan energi positif sehingga mengarah pada fungsi yang lebih sehat. Keunikan budaya India adalah praktek untuk melepas alas kaki sebelum memasuki tempat ibadah sehingga lingkungan tempat ibadah tetap bersih. Tradisi Atithi Devo Bhavah Istilah Atithi Devo Bhavah merupakan tamu sama seperti dewa. Tradisi ini adalah keramahan terhadap tamu merupakan budaya India yang terus ada. Selain itu tradisi ini merupakan bagian integral. Tamu adalah setara Raja. Salah satu ayat sansekerta yang diambil dari Kitab Hindu dan menjadi kode etik bagi masyarakat Hindu karena tamu sangatlah penting. Masakan atau Kuliner India Kaya Rempah Bagi Anda yang akan mengunjungi atau tinggal di India dalam waktu lama, Anda bisa menikmati makanan khas India yang paling populer. Makanan India populer dengan berbagai macam hidangan dengan rempah-rempah. Gaya memasaknya dari satu daerah dan daerah lainnya berbeda. Penting Anda ketahui, bahwa India menggunakan bahan berupa nasi basmati, gandum, dan kacang-kacangan dengan chana. Semua bahan tersebut merupakan makanan pokok untuk makanan India. Terlebih untuk Anda yang ingin bekerja di India atau tinggal lama di sana, Anda harus terbiasa dengan makanan yang kaya dengan bumbu dan kari kental serta semua keunikan budaya India. Bumbu yang sering digunakan adalah ketumbar, jahe, kunyit, kapulaga, kayu manis, dan paprika kering. Selain itu Chutneys bumbu tebal menyebar dari berbagai macam buah-buahan hingga sayuran serta ramuan lain untuk masakan India. Orang Hindu kebanyakan adalah vegetarian, hanya saja anak domba dan ayam biasa ada di masakan utama untuk mereka yang non vegetarian. Tradisi saat makan di India adalah menggunakan jari atau roti sebagai peralatan. Karena tersedia beragam roti yang disajikan dengan makanan termasuk naan. Selain itu juga roti panggang beragi dan bhatoora, oven panggang, flatbread yang digoreng dan manis yang dimakan dengan kari kacang. Makanan vegetarian adalah bagian dari integral masakan Gujrati India Selatan dan Rajasthani. Sedangkan hidangan non vegetarian adalah bagian tengah masakan Bengali, Mughlai India Utara dan Punjabi. Namun masakan tertentu seperti Kashmir juga tercampuri pengaruhi oleh gaya memasak asing dari Asia Tengah, Afganistan, dan Persia. Pakaian Etnis India yang Unik Keunikan budaya India yang penting Anda ketahui selanjutnya adalah dari segi pakaian. Pakaian khas India adalah saree atau sari. Sari ini merupakan pakaian tradisional perempuan khas India yang memiliki warna yang cerah, serta cantik. Saree ini adalah sepotong kain yang menjadi bawahan dengan cara memakainya dengan diikat pada pinggang. Tanpa jahitan, mudah penggunaannya dan nyaman. Menggunakan pakaian ini sama halnya mematuhi etika agama. Memang mulanya terkenal sebagai tradisi Hindu namun terlihat bagus dan elegan menjadikannya populer di semua agama. Selain itu berlaku untuk Kurta pyjama yang sangat fungsional serta keausan formal sherwani untuk pria India. Ada juga pakaian khas untuk laki-laki India bernama Dhoti. Sepotong kain yang tidak berlapis dan hanya diikat pada sekitar pinggang dan kaki. Sebagian laki-laki india juga memakai kurta. Salah satu kemeja longgar yang digunakan selutut baik untuk acara spesial atau tertentu. Sedangkan Sherwani atau achkan adalah mantel panjang dengan kerah atau tanpa kerah. Festival Meriah Keunikan budaya India adalah tradisi festival yang sudah populer hingga mancanegara. Ada yang sering Anda jumpai adalah film series India seperti festival Holi. Festival ini merupakan perayaan awal masuknya musim semi. Sedangkan Diwali atau Deepavali merupakan salah satu festival keagamaan dalam agama Hindu, festival Karva Chauth, dan festival Raksha Bandhan. Orang-orang sikh merayakan Baisakhi atau panen tanaman dan ulang tahun guru-guru, Makar Sankranti, Jain merayakan Mahavir Jayanti dan lainnya. Jumlah masyarakat yang merayakannya tidak terhitung dan dimasukkan dalam waktu liburan kalender mereka. Pernikahan di India Keunikan budaya India adalah tradisi pernikahan orang India. karena konsep perjodohan di India asal usulnya dari Zaman Veda. Keluarga kerajaan upacaranya bernama Swayambar yaitu pengantin wanita yang diatur. Menggunakan pertandingan yang cocok untuk bersaing dalam kompetisi agar menang atas pengantin wanita. Sehingga pengantin wanita akan memilih suami idealnya. Perayaannya juga kaya akan tradisi dan budaya dengan upacara yang unik. Bentuk penyatuan fisik, emosional dan spiritual dari dua orang. Budaya yang Harus Ditaati Saat di India Tradisi yang hingga kini harus ditaati setiap orang yang tinggal di India adalah cara berpakaian, cara berperilaku, dan makan serta masih banyak lagi kebiasaan yang harus Anda ketahui jika Anda berencana tinggal, atau bekerja hingga mengambil pendidikan di India. Budaya tersebut adalah sebagai berikut. Gunakan Salam Tradisional Seperti yang sudah tertulis di atas, bahwa India memiliki tradisi salam tradisional yang selalu diterapkan setiap harinya ketika bertemu dengan orang lain. Oleh sebab itu, keunikan budaya India ini Anda harus bisa menerapkan salam tersebut dengan menyatukan kedua telapak tangan dan membungkuk untuk memberi hormat dan mengucapkan namaste. Berpakaian Sopan Cara Anda berpenampilan sangat berharga di India. Alangkah baiknya Anda menghargai budaya dan masyarakatnya. Meski di sana panas, namun usahakan menggunakan pakaian tertutup. Sehingga Anda menyerupai penduduk lokal. Penggunaan Bahasa Tidak semua orang di India dapat berbahasa Inggris. Terutama orang di desa kecil. Karena mereka menggunakan bahasa asli mereka. Untuk itu Anda bisa belajar bahasa baru dan mengenal budaya baru mereka. Ketika di India menggunakan jari telunjuk untuk menunjukkan arah adalah hal yang terlarang. Karena memakai jari untuk menunjuk barang atau lokasi adalah hal tidak sopan di India. Anda harus melakukannya dengan seluruh telapak tangan atau ibu jari. Cara ini lebih sopan dan halus. Jangan Terlalu Sopan Keunikan budaya India lainnya adalah ketika di negara sendiri kata tolong dan terima kasih adalah hal sopan, namun berbeda ketika kita di India. Kata tersebut justru menjadi kata yang orang Inidia anggap kasar dan tidak sopan. Cara tradisional untuk menunjukkan rasa terima kasih akan menimbulkan ketegangan. Daripada Anda mengatakan terimakasih akan lebih baik jika Anda mengatakan aku menghargai itu. Universitas Terfavorit di India Bagi Anda yang ingin mengambil pendidikan di India tak perlu bingung. Karena di sana terdapat universitas favorit yang memiliki ranking dan lokasi terbaik. Bangalore University Pertama adalah Bangalore University. Universitas ini terletak di kota bangalore ibukota IT India. Secara akademik universitas ini memiliki 6 fakultas dan 473 affiliated colleges yang sudah tersebar di seluruh penjuru kota. Jumlah mahasiswa mencapai orang. Menjadi salah satu universitas terbesar di India. Aligarh Muslim University Selanjutnya adalah Aligarh Muslim University. Menariknya universitas ini pembangunannya mengadaptasi sistem pembelajaran di Universitas Cambridge dan Oxford Inggris. Selain memiliki keunikan budaya India juga memiliki universitas terbaik. Hal ini bermula dari SirSyed Ahmed Khan yang memiliki keinginan untuk memajukan India dalam bidang pendidikan. Meskipun sistem pendidikan ini mengambil dari negara barat namun tetap menjaga nilai kandungan Islam. AMU ini memiliki 88 departemen dan lebih dari 280 jurusan yang terbaik. Banaras Hindu University Universitas terbaik lainnya adalah Banaras Hindu University. Meski namanya menggunakan kata Hindu namun juga banyak orang yang beragama Muslim, Kristen, dan parsi yang bersekolah di sini. Sekaligus menjadi universitas perumahan terbesar di Asia di mana lebih dari mahasiswa tinggal dalam kampus tersebut. BHU memiliki reputasi terbaik dalam bidang sains, hukum, teknik, kedokteran dan linguistik. Anna University Selanjutnya adalah Anna University. Universitas ini menawarkan pendidikan dalam bidang teknologi dan teknik. Selain keunikan budaya India, India memiliki universitas 10 besar terbaik dalam bidang teknologi. Hebatnya pembelajaran di Universitas ini sudah memenuhi standar internasional dan sudah terbukti dalam Asosiasi Universitas Commonwealth dan partner UNESCO Pusat Internasional Pendidikan Teknik. Calcutta University Universitas paling favorit lainnya yang bisa Anda pilih adalah Calcutta University. Calcutta University meraih 4 penghargaan nobel yaitu Rabindra Nath Tagore, Ronald Ross, Sri Chandrasekhara Venkata Raman, dan Amartya Sen. Universitas ini lebih menonjol dalam bidang seni dan humaniora. Menduduki peringkat ke 39 sedunia menurut Times Higher Education. Selain itu bidang yang paling banyak peminatnya adalah Bisnis dan Sains. Keunikan budaya India hingga universitas terbaik yang sudah kita pelajari bersama tersebut bisa menjadi pengetahuan Anda yang ingin melanjutkan pendidikan di India. This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date Sat Sep 2 213415 2017 / +0000 GMT BUDAYA KERJA ORANG INDIA DAN KANADA DI LINGKUNGAN BISNIS LINK DOWNLOAD [ KB] BUDAYA KERJA ORANG INDIA DAN KANADA DI LINGKUNGAN BISNIS a insight to Western with Eastern Culture in workplace Lakshmi Mittal, Chairman & CEO of ArcelorMittal's Hal Kvisle, President & CEO of Talisman Energy Students Group Kiagus Ridwan, Rusman Ali, dan Bernadina C. Wersun Course Strategic Management Lecture Rizan, SE,MM Fakultas Ekonomi Program Magister Manajemen Reguler IV, Angkatan VII Universitas Negeri Jakarta 2015 2 DAFTAR ISI Abstract?????????????...?????????????????????????????............ 4 PENDAHULUAN?????????????????..??..???????????????. 5 1. Etos kerja?????????????????..?????????????????? 7 2. Budaya kerja dalam suatu perusahaan??????..?????????????????.. 7 TINJAUAN TEORI?????????????????..?????????????????. 9 a. Defenisi budaya perusahaan????????????..???????????????.. 9 b. Komponen Budaya Perusahaan???????????...?...??????????..??. 11 c. Fungsi budaya perusahaan????????????????????????????. 12 d. Faktor-faktor pembentuk budaya perusahaan??????.?????..????????.. 12 e. Kinerja karyawan??????????????????????????..????.? 13 f. Cara menumbuhkan etos kerja?????????????????????????..? 13 PEMBAHASAN?????????????????????...?????????????? 14 I. BUDAYA KERJA ORANG INDIA????????????????????????? 14 A. Ajaran Leluhur India tentang persepsi Bisnis?????..??????????..???.?. 14 1. Percaya Diri dan Tekad yang Kuat?????????..?????????????......?. 17 2. Untuk Membangun sesuatu yang Hebat, Diperlukan Tim yang Hebat??...??????..?.. 18 3. Para Pengkritik adalah Sahabat Kita???????????????????????...?19 4. Kelemahan Pesaing adalah Hadiah Cuma-Cuma??????????????????.?. 19 5. Bisa Menyesuaikan Diri?????????????????????.?????...??.. 20 B. Strategi dan Jejaring Bisnis Orang India???????????????????..?..?.. 20 C. Tokoh Bisnis Global Orang India a study case of ARCELORMITTAL GROUP CORPORATION????????????????????????....??? 24 D. Perusahaan raksasa global besi baja ARCELORMITTAL, milik dan dikelolah oleh orang India yang menerapkan prinsip-prinsip budaya kerja India a study case of ARCELORMITTAL CORPORATION?????????.???.???? 28 II. BUDAYA ORANG KANADA DALAM LINGKUNGAN KERJA DAN BISNIS??????..... 34 A. Budaya dan etos kerja orang Kanada???????????????????...????. 34 1. Tempat Kerja Kanada??????.??????????????????..?????. 34 2. Bahasa Tubuh?????????????????.??????????..????.?. 34 3. Dasar Komunikasi???????????????????????..?..?.????.? 36 4. Pas dalam menjaga dan merawat kebersamaan dalam lingkungan pekerjaan Anda?.?.??.. 37 5. Tidak Semua Perusahaan adalah Sama?????????????????.??...??.? 38 6. Aspek Hukum????????????????????????????.....??...?. 39 7. Sumber informasi??????????????????????????....???..?. 40 Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from Page 1/29 This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date Sat Sep 2 213415 2017 / +0000 GMT 8. Proaktif, mandiri dan fleksibel?????..???????????????..?.?.?...?. 40 3 B. Perusahaan Bisnis Global Orang Kanada a study case of TALISMAN ENERGY CORPORATION???????..???...????. 41 HASIL DAN KESIMPULAN??????????????????????????????... 51 DAFTAR PUSTAKA?????????????????????????????...???.... 52 4 Abstract Salah satu buku manajemen baru yang menggali kearifan masa lalu adalah The Kama Sutra of Business; Management Principles from Indian Classics. Sejatinya, Kama Sutra adalah kitab tentang keseimbangan hidup bahwa manusia harus menyeimbangkan elemen-elemen dalam hidupnya. Bahkan, yang lebih mengejutkan, Menurut orang India dalam menjalani hidup dan bisnis langkah pertama bukanlah uang atau modal kapital. Akan tetapi tekad, keinginan, dan kemauan sekeras batu karang ialah kunci utama untuk maju. Tekad adalah langkah pertama yang harus dilakukan dan dimiliki, sebelum semuanya dilengkapkapi. Ditemani dengan tim yang cerdas dan kreatif. Selain itu mereka bisa beradaptasi, serta percaya diri yang tinggi. Perantau asal India merupakan etnis paling sukses di dunia. Hampir disetiap lapisan orang India terdapat jaringan. Mereka pula yang membuka pintu bagi para imigran India yang lain untuk merasakan nikmatnya kesejahteraan ditanah rantau. Mamun mereka cenderung keluar dari etnik jika tidak ada faktor kekeluargaan dan kekerabatan. Orang India lebih bisa bergaul dengan orang-orang multi etnik karena penguasaan bahasa Inggris yang memadai. Bagi masyarakat India, pendidikan merupakan media transformasi yang penting. Kisah sukses budaya dan etos kerja Laksmi Mittal pemilik perusahaan ArcelorMittal, bergerak pada core business produksi baja, menjadi salah satu orang terkaya di dunia dianggap sebagai puncak ?gunung es? dari kebangkitan ekonomi India. Sementara itu bagi orang Kanada ada beberapa budaya dan etos kerja yang sedikit berbeda, dengan masyarakat yang terbuka dan mengutamakan kerja tim serta model hirarki. Praktek seperti berjabat tangan, metode berkomunikasi dengan rekan kerja dan komunikasi non-verbal adalah penting ketika membuat kesan pertama ditempat kerja, termasuk interaksi awal dengan rekan kerja dan pelanggan. Bahasa tubuh yang positif menyampaikan keyakinan dan rasa hormat bagi orang lain. Hal lain yang perlu diperhatikan seperti kondisi ruang pribadi, kontak mata, penampilan, posisi tubuh, dasar komunikasi, merawat kebersamaan dalam lingkungan pekerjaan, kerja sama, tepat waktu, kesopanan, integritas, motivasi, hirarki, etos kerja, fleksibelitas, dan adaptasi dalam membangun jaringan kerja bisnis. Di Kanada, pengusaha mengharapkan karyawan untuk bisa cepat beradaptasi dan mandiri dan otonom. Talisman Energy, milik Hal Kvisle, adalah contoh perusahaan global milik orang Kanada yang sukses, bergerak pada core business produksi shale gas. Saat ini perusahaan terus berkembang, termasuk di kawasan Asia Facific dan di Indonesia. Tujuan kinerja perusahaan mereka berorientasi pada menciptakan nilai yang berkelanjutan. Kata kunci Budaya, Etos kerja, Jaringan, Bisnis, Laksmi Mittal, Talisman. 5 PENDAHULUAN Budaya organisasi merupakan sebuah teori komunikasi yang mencakup semua simbol komunikasi tindakan, rutinitas, dan percakapan dan makna yang dilekatkan orang terhadap simbol tersebut. Dalam kontek perusahaan, budaya organisasi dianggap sebagai salah satu strategi dari perusahaan dalam meraih tujuan serta kekuasaan. Teori budaya organisasi memiliki beberapa asumsi dasar a. Anggota-anggota organisasi menciptakan dan mempertahankan perasaan yang dimiliki bersama mengenai realitas organisasi, yang berakibat pada pemahaman yang lebih baik mengenai nilainilai sebuah organisasi. Inti dari asumsi ini adalah nilai yang dimiliki organisasi. Nilai merupakan standard dan prinsip-prinsip yang terdapat dalam sebuah budaya. b. Penggunaan dan interpretasi simbol sangat penting dalam budaya organisasi. Ketika seseorang dapat memahami simbol tersebut, maka seseorang akan mampu bertindak menurut budaya organisasinya. c. Budaya bervariasi dalam organisasi-organisasi yang berbeda, dan interpretasi tindakan dalam Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from Page 2/29 This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date Sat Sep 2 213415 2017 / +0000 GMT budaya ini juga beragam. Setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda dan setiap individu dalam organisasi tersebut menafsirkan budaya tersebut secara berbeda. Terkadang, perbedaan budaya dalam organisasi justru menjadi kekuatan dari organisasi sejenis lainnya. Hofstede 1980; 1991 melalui penelitiannya berhasil mengidentifikasi 5 model karakteristik untuk menilai sebuah kultur di masyarakat lintas negara. Kelima kultur tersebut adalah 1. Jarak kekuasaan merupakan sifat kultur nasional yang mendeskripsikan tingkatan dimana masyarakat menerima kekuatan dalam institusi dan organisasi didistribusikan tidak sama. 2. Individualisme/Kolektivisme. Individualisme merupakan sifat kultur nasional yang mendeskripsikan tingkatan dimana orang lebih suka bertindak sebagai individu daripada sebagai kelompok. Kolektivisme menunjukkan sifat kultur nasional yang mendeskripsikan kerangka social yang kuat dimana individu mengharap orang lain dalam kelompok mereka untuk menjaga dan melindungi mereka. 3. Maskulinitas-Feminimitas. merupakan tingkatan dimana kultur lebih menyukai peran-peran maskulin tradisional seperti pencapaian, kekuatan, dan pengendalian versus kultur yang 6 memandang pria dan wanita memiliki posisi sejajar. Penilaian maskulinitas yang tinggi menunjukkan bahwa terdapat peran yang terpisah untuk pria dan wanita, dengan pria yang mendominasi masyarakat. 4. Penghindaran ketidakpastian merupakan tingkatan dimana individu dalam suatu negara lebih memilih situasi terstruktur dibandingkan tidak terstruktur. 5. Orientasi jangka panjang merupakan tipologi terbaru dari Hofstede. Point ini berfokus pada tingkatan ketaatan jangka panjang masyarakat terhadap nilai-nilai tradisional. Individu dalam kultur orientasi jangka panjang melihat bahwa ke masa depan dan menghargai penghematan, ketekunan dan tradisi. Budaya Kerja didasari pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok dan tercermin dalam sikap menjadi perilaku, citacita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud sebagai kerja. Manfaat dari penerapan budaya kerja yang baik 1. meningkatkan jiwa gotong royong, 2. meningkatkan adalah falsafah kebersamaan, 3. saling terbuka satu sama lain, 4. meningkatkan jiwa kekeluargaan, 5. meningkatkan rasa kekeluargaan, 6. membangun komunikasi yang lebih baik, 7. meningkatkan produktivitas kerja, 8. tanggap dengan perkembangan dunia luar, dan lainnya. Keberhasilan pelaksanaan program budaya kerja antara lain dapat dilihat dari peningkatan tanggung jawab, peningkatan kedisiplinan dan kepatuhan pada norma/aturan, terjalinnya komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan semua tingkatan,peningkatan partisipasi dan kepedulian, peningkatan kesempatan untuk pemecahan masalah serta berkurangnya tingkat kemangkiran dan Perusahaan. 7 1. Etos kerja Etos berasal dari bahasa Yunani yang memberikan arti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat. Dalam kamus besar bahasa Indonesia etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau sesuatu kelompok. Secara terminologis kata etos, yang mengalami perubahan makna yang meluas. Digunakan dalam tiga pengertian berbeda yaitu ? Suatu aturan umum atau cara hidup. Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from Page 3/29 This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date Sat Sep 2 213415 2017 / +0000 GMT ? Suatu tatanan aturan perilaku. ? Penyelidikan tentang jalan hidup dan seperangkat aturan tingkah laku. Dalam pengertian lain, etos dapat diartikan sebagai yang berkehendak atau berkemauan yang disertai semangat yang tinggi dalam rangka mencapai cita cita yang positif. Dapat menyimpulkan bahwa kata etos berarti watak atau karakter seorang individu atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan yang disertai dengan semangat yang tinggi, guna mewujudkan sesuatu cita-cita. Fungsi dan tujuan etos kerja secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individu. Menurut A. Tabrani Rusyan, fungsi etos kerja adalah ? Pendorong timbulnya perbuatan. ? Penggairah dalam aktivitas. ? Penggerak. Jadi Etos kerja merupakan refleksi dari sikap hidup yang mendasar maka etos kerja pada dasarnya juga merupakan cerminan dari pandangan hidup yang berorientasi pada nilai-nilai yang berdimensi transenden. 2. Budaya kerja dalam suatu perusahaan Budaya adalah satu set nilai, penuntun, kepercayaan, pengertian, norma, falsafah, etika, dan cara berpikir. Budaya yang ada di suatu lingkungan, sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan pribadi yang berada di dalam lingkungan tersebut. 8 Setiap lingkungan tempat tinggal memiliki budaya yang dibuat oleh nenek moyang dan diturunkan secara turun temurun dari generasi ke generasi untuk dianut dan dilestarikan bersama. Perusahaan adalah sebuah lembaga yang terdiri dari banyak karyawan yang merupakan individu yang berasal dari latar belakang yang berbeda, yaitu lingkungan, agama, pendidikan, Dan lainnya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa perusahaan terdiri dari individu dengan kultur bawaan yang berbeda-beda. Keahlian, kreativitas, kecerdasan maupun motivasi yang tinggi dari karyawan memang merupakan unsur kredibilitas yang harus dimiliki oleh karyawan agar perusahaan dapat mencapai sukses. Namun unsurunsur tadi menjadi belum maksimal manfaatnya bila setiap karyawan belum memiliki satu budaya yang sama. Satu budaya yang sama maksudnya adalah sebuah pola pikir yang membuat mereka memiliki persepsi yang sama tentang nilai, dan kepercayaan yang dapat membantu mereka untuk memahami tentang bagaimana seharusnya berperilaku kerja pada perusahaan dimana mereka bekerja sekarang. Budaya perusahaan dapat membantu perusahaan mencapai sukses. Untuk dapat memanfaatkan budaya perusahaan dengan maksimal, maka perusahaan perlu menanamkan nilai-nilai yang sama pada setiap karyawannya. Kebersamaan dalam menganut budaya atau nilai-nilai yang sama menciptakan rasa kesatuan dan percaya dari masing-masing karyawan. Bila hal ini telah terjadi, maka akan tercipta lingkungan kerja yang baik dan sehat. Lingkungan seperti ini dapat membangun kreativitas dan komitmen yang tinggi dari para karyawan sehingga pada akhirnya mereka mampu mengakomodasi perubahan dalam perusahaan ke arah yang positif. Pada umumnya perusahaan-perusahaan dunia yang sukses adalah perusahaan yang memiliki budaya kerja yang kuat. Terlepas dari nilai-nilai positif dan luhur yang terkandung dalam budaya yang berlaku, maksud budaya kerja yang kuat adalah seluruh komponen perusahaan mengamalkan nilai atau norma yang telah ditetapkan bersama sebagai sebuah budaya dengan komitmen yang tinggi, tanpa terkecuali. Seperi pada perusahaan ArcelorMittal yang menerapkan budaya leluhur orang India. Setiap tahun, India memproduksi businessman dan jutawan baru dalam laju yang lebih cepat ketimbang negara mana pun di dunia ini. Demikian pula dengan entrepreneur asal Kanada dengan pertumbuhan pebisnis yang cukup mengesankan dan banyak perusahaan mereka telah menjadi perusahaan global dunia, tanpa fanatik terhadap sumber daya dan etnis. Hal tersebut diatas menjadi motivasi penulis untuk mengaji tentang budaya India dan Kanada yang cukup relavan untuk dipahami, menjadi faktor pendukung akan kesuksesan tim kerja pada sebuah perusahaan maupun semangat untuk kepentingan individu mereka. 9 TINJAUAN TEORI Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from Page 4/29 This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date Sat Sep 2 213415 2017 / +0000 GMT Budaya perusahaan adalah aturan main yang ada di dalam perusahaan yang akan menjadi pegangan para karyawan dalam menjalankan kewajibannya dan nilai-nilai untuk berprilaku di dalam perusahaan tersebut. Budaya mempengaruhi perilaku karyawan dan membentuk sikap karyawan ke arah yang lebih positif. a. Defenisi budaya perusahaan Setiap orang yang bergabung dalam perusahaan, mereka akan membawa nilai-nilai, norma-norma perilaku dan kepercayaan yang mereka miliki sebelum bergabung dengan perusahaan tersebut. Tetapi, nilai-nilai dan norma yang mereka bawa kurang membantu mereka untuk sukses dalam perusahaan bahkan kadang nilai-nilai dan norma yang mereka miliki tidak sesuai dengan budaya perusahaan tempat mereka bekerja. Budaya perusahaan adalah suatu sistem nilai-nilai yang dirasakan maknanya oleh seluruh karyawan dalam perusahaan. Selain dipahami, seluruh jajaran meyakini sistem-sistem nilai tersebut sebagai landasan gerak organisasi Robbins dalam Djokosantoso, 2003. Menurut Djokosantoso 2003, budaya perusahaan adalah sistem yang diyakini oleh semua karyawan dan yang dipelajari, diterapkan, serta dikembangkan secara berkesinambungan, berfungsi sebagai sistem paket, dan dapat dijadikan acuan berperilaku dalam organisasi untuk menciptakan tujuan perusahaan telah ditetapkan. Budaya perusahaan merupakan nilai kepercayaan, sikap dan perilaku yang dipegang anggota Eugene McKenna dan Nic Beech, 2000. Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh pakar Harvard Business School, yaitu Prof. DR. John Kottler dan Prof. DR. Janes Heskett, ternyata terdapat korelasi positif di antara penerapan budaya perusahaan dengan prestasi bisnis yang dicapai oleh perusahaan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Hal ini menunjukkan bahwa budaya perusahaan memiliki peranan penting dalam membangun prestasi dan produktivitas kerja para karyawan sehingga mengarahkan perusahaan kepada keberhasilan. Jadi sudah saatnya Anda menetapkan komitmen terhadap penerapan budaya perusahaan. 10 Menurut Gregory 2003 sejarah membuktikan negara yang dewasa ini menjadi negara maju, dan terus berpacu dengan teknologi/informasi tinggi pada dasarnya dimulai dengan suatu etos kerja yang sangat kuat untuk berhasil. Maka tidak dapat diabaikan etos kerja merupakan bagian yang patut menjadi perhatian dalam keberhasilan suatu perusahaan, perusahaan besar dan terkenal telah membuktikan bahwa etos kerja yang militan menjadi salah satu dampak keberhasilan perusahaannya. Etos kerja seseorang erat kaitannya dengan kepribadian, perilaku, dan karakternya. Setiap orang memiliki internal being yang merumuskan siapa dia. Selanjutnya internal being menetapkan respon, atau reaksi terhadap tuntutan external. Respon internal being terhadap tuntutan external dunia kerja menetapkan etos kerja seseorang Siregar, 2000 25 Etos berasal dari bahasa yunani ethos yakni karakter, cara hidup, kebiasaan seseorang, motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan dunia mereka, yakni gambaran, cara bertindak ataupun gagasan yang paling komprehensif mengenai tatanan. Dengan kata lain etos adalah aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya Khasanah, 20048. Menurut Geertz 19823 Etos adalah sikap yang mendasar terhadap diri dan dunia yang dipancarkan hidup. Sikap disini digambarkan sebagai prinsip masing-masing individu yang sudah menjadi keyakinannya dalam mengambil keputusan . Menurut kamus Webster, etos didefinisikan sebagai keyakinan yang berfungsi sebagai panduan tingkah laku bagi seseorang, sekelompok, atau sebuah institusi guiding beliefs of a person, group or institution. Menurut Usman Pelly 199212, etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilai budaya terhadap kerja. Dapat dilihat dari pernyataan di muka bahwa etos kerja mempunyai dasar dari nilai budaya, yang mana dari nilai budaya itulah yang membentuk etos kerja masing-masing pribadi. Etos kerja dapat diartikan sebagai konsep tentang kerja atau paradigma kerja yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang sebagai baik dan benar yang diwujudnyatakan melalui perilaku kerja Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from Page 5/29 This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date Sat Sep 2 213415 2017 / +0000 GMT mereka secara khas Sinamo, 2003,2. Menurut Toto Tasmara, 2002 Etos kerja adalah totalitas kepribadian dirinya serta caranya mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan makna ada sesuatu, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal sehingga pola hubungan antara manusia dengan dirinya 11 dan antara manusia dengan makhluk lainnya dapat terjalin dengan baik. Etos kerja berhubungan dengan beberapa hal penting seperti a. Orientasi ke masa depan, yaitu segala sesuatu direncanakan dengan baik, baik waktu, kondisi untuk ke depan agar lebih baik dari kemarin. b. Menghargai waktu dengan adanya disiplin waktu merupakan hal yang sangat penting guna efesien dan efektivitas bekerja. c. Tanggung jawab, yaitu memberikan asumsi bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan sesuatu yang harus dikerjakan dengan ketekunan dan kesungguhan. d. Hemat dan sederhana, yaitu sesuatu yang berbeda dengan hidup boros, sehingga bagaimana pengeluaran itu bermanfaat untuk kedepan. e. Persaingan sehat, yaitu dengan memacu diri agar pekerjaan yang dilakukan tidak mudah patah semangat dan menambah kreativitas diri. Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individu sebagai seorang pengusaha atau manajer. Menurut A. Tabrani Rusyan, 1989 fungsi etos kerja adalah a pendorang timbulnya perbuatan b penggairah dalam aktivitas c penggerak, seperti; mesin bagi mobil, maka besar kecilnya motivasi yang akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan. b. Komponen Budaya Perusahaan Eugene McKenna dan Nic Beech 2000 membagi budaya perusahaan atas beberapa komponen pembentuk, yaitu 1. filosof, yang menjadi panduan penetapan kebijakan perusahaan baik yang berkenaan dengan karyawan ataupun klien, 2. nilai ? nilai dominan yang dipegang oleh perusahaan, 3. norma ? norma yang diterapkan dalam bekerja, 4. aturan main untuk berelasi dengan baik dalam perusahaan yang harus dipelajari oleh karyawan baru agar dapat diterima oleh perusahaan, 12 5. tingkah laku khas tertentu dalam berinteraksi yang rutin dilakukan. Suasana yang dapat tercipta dalam perusahaan. Dengan menggali komponen-komponen pembentuk ini, diharapkan akan memperoleh gambaran global dari budaya perusahaan tertentu. Gambaran ini menjadi dasar organisasi tersebut, bagaimana masalah diselesaikan didalamnya, dan cara para anggota diharapkan berperilaku. Budaya tumbuh merefleksikan visi, strategi, dan pengalaman orang ? orang yang mengimplementasikan nilai?nilai tersebut. c. Fungsi budaya perusahaan Fungsi budaya perusahaan menurut Veithzal Rivai 2005 adalah 1. budaya menciptakan perbedaan yang jelas antara suatu perusahaan dengan perusahaan yang lain, 2. budaya memberikan identitas perusahaan, 3. budaya mempermudah timbulnya komitmen yang lebih luas dari pada kepentingan individu, 4. budaya mengingatkan kemantapan sistem sosial, 5. budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu serta membentuk sikap dan perilaku karyawan. d. Faktor-faktor pembentuk budaya perusahaan Budaya di dalam suatu perusahaan dibentuk oleh beberapa faktor. Menurut Kisdarto 2001, faktorfaktor pembentuk budaya perusahaan, yaitu Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from Page 6/29 This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date Sat Sep 2 213415 2017 / +0000 GMT 1. Observed Behavioral Regularities When People Interact hal ini menyangkut bagaimana bahasa yang digunakan dalam perusahaan, kebiasaan dan tradisi yang ada, dan ritual para karyawan dalam menghadapi berbagai macam situasi. 2. Group Norms nilai dan standar baku dalam perusahaan. 3. Exposed Values nilai?nilai dan prinsip?prinsip perusahaan yang ingin dicapai, misalnya kualitas produk dan sebagainya. 13 4. Formal Philosophy kebijakan dan prinsip ideologis yang mengarahkan perilaku organisasi terhadap karyawan, pelanggan, dan pemegang saham. 5. Rules of The Game aturan-aturan dalam perusahaan, hal-hal apa saja yang harus dipelajari oleh karyawan baru agar dapat diterima di organisasi tersebut. 6. Climate perasaan yang secara eksplisit dapat terasa dari keadaan fisik organisasi dan interaksi antar karyawan, interaksi atasan dengan bawahan, juga interaksi dengan pelanggan atau organisasi lain. 7. Embedded Skills kompetensi khusus dari anggota organisasi dalam menyelesaikan tugasnya, dan kemampuan menyalurkan keahliannya dari satu generasi ke generasi lainnya. 8. Habits of Thinking, Mental Models,and Linguistec Paradims adanya suatu kesamaan ?frame? yang mengarahkan pada persepsi untuk dapat mengurangi adanya perbedaan persepsi, pikiran, dan bahasa yang digunakan oleh para karyawan, dan diajarkan pada karyawan baru pada awal proses sosialisasi. 9. Shared Meanings Rasa saling pengertian yang diciptakan sendiri oleh karyawan dari interaksi sehari? hari. 10. Root Metaphors or Integrating Symbols ide-ide, perasaan, dan citra organisasi yang dikembangkan sebagai karakteristik organisasi yang secara sadar ataupun tidak sadar tercermin dari bangunan, lay out ruang kerja, dan materi artifak lainnya. Hal ini merefleksikan respon emosional dan estetika anggota organisasi, disamping kemampuan kognitif atau kemampuan evaluatif anggota organisasi. e. Kinerja karyawan Setiap manusia mempunyai potensi untuk bertindak dalam berbagai bentuk aktivitas. Kemampuan bertindak itu dapat diperoleh manusia baik secara alami atau dipelajari. Walaupun manusia mempunyai potensi untuk berperilaku tertentu tetapi perilaku itu hanya diaktualisasi pada saat-saat tertentu saja. Potensi untuk berperilkau tertentu disebut ability, sedangkan ekspresi dari potensi ini dikenal sebagai performance Brahmasari, 2008. f. Cara menumbuhkan etos kerja 1. Menumbuhkan sikap optimis - Mengembangkan semangat dalam diri 14 - Peliharalah sikap optimis yang telah dipunyai - Motivasi diri untuk bekerja lebih maju 2. Jadilah diri anda sendiri - Lepaskan impian - Raihlah cita-cita yang anda harapkan 3. Keberanian untuk memulai - Jangan buang waktu dengan bermimpi - Jangan takut untuk gagal - Merubah kegagalan menjadi sukses 4. Kerja dan waktu - Menghargai waktu tidak akan pernah ada ulangan waktu - Jangan cepat merasa puas 5. Kosentrasikan diri pada pekerjaan - Latihan berkonsentrasi - Perlunya beristirahat 6. Bekerja adalah sebuah panggilan TuhanKhasanah, 2004 Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from Page 7/29 This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date Sat Sep 2 213415 2017 / +0000 GMT Aspek kecerdasan yang perlu dibina dalam diri, untuk meningkatkan etos kerja 1. Kesadaran keadaan mengerti akan pekerjaanya. 2. Semangat keinginan untuk bekerja. 3. Kemauan apa yang diinginkan atau keinginan, kehendak dalam bekerja. 4. Komitmen perjanjian untuk melaksanakan pekerjaan janji dalam bekerja. 5. Inisiatif usaha mula-mula, prakarsa dalam bekerja. 6. Produktif banyak menghasilkan sesuatu bagi perusahaan. 7. Peningkatan proses, cara atau perbuatan meningkatkan usaha, kegiatan dan lainnya dalam bekerja. 8. Wawasan konsepsi atau cara pandang tentang bekerja.Siregar, 2000, 15 PEMBAHASAN I. BUDAYA KERJA ORANG INDIA A. Ajaran Leluhur India tentang persepsi Bisnis Kisah sukses Laksmi Mittal menjadi orang terkaya ketiga di dunia dengan bisnis bajanya pada tahun 2005, dianggap sebagai puncak ?gunung es? dari kebangkitan ekonomi India. Mata dunia kembali tersorot ke negeri bagian selatan Asia itu dengan penuh decak kagum. Ternyata, diantara 1,2 miliar manusia yang ada di India, tidak semuanya miskin. Ada kemiskinan, ada juga kekayaan. Ada kemelaratan, ada juga kesejahteraan. Ada kemewahan, begitu pun sebaliknya, ada kekumuhan. Karena itu, pengamat ekonomi mengatakan bahwa segala hal yang dikatakan terkait India, kebalikannya juga benar. Jika dikatakan India punya hotel bintang lima yang mewah, India juga memiliki perkampungan yang kumuh. Bila India dikatakan mcmpunyai orang-orang yang amat kaya dan pebisnis andal yang menguasai dunia, India juga memiliki orang-orang miskin yang tidak mempunyai pekerjaan dan makanan. Itulah India, negara dunia ketiga yang mulai bangkit, dengan segudang kenyataan sosial dibelakangnya. Secara umum, orang-orang India sama dengan orang-orang Cina dan Indonesia. Mereka sama-sama menghadapi ledakan jumlah penduduk dan peningkatan jumlah pengangguran setiap tahun. Akibatnya, beban negara untuk menyejahterakan rakyatnya kian besar. Sejak merdeka dari jajahan Inggris pada 15 Agustus 1947, India berusaha keras untuk membangun negaranya yang luas dan berpenduduk terbesar kedua setelah Cina tersebut untuk maju. India mesti mengubah status, dari negara miskin menjadi negara maju. India adalah negara dengan penduduk terbesar kedua setelah Cina, tetapi memiliki kepadatan penduduk dua kali lipat daripada Cina karena luas India separuh dari luas wilayah Cina. Berbeda dengan suku bangsa Arab, orang India bersatu dalam satu negara India, meskipun ragam bahasa dan tradisi relatif berbeda. Seperti halnya Cina, India termasuk suku bangsa yang paling kuat memegang nilai-nilai tradisi. Bahkan, tradisi Hinduisme India menjadi tradisi tertua masih dianut secara luas. Cina, Jepang, atau bahkan Korea, sedikit banyak mendapat pengaruh dari tradisi Hinduisme India. ?Kisah sukses Laksmi Mittal menjadi orang terkaya ketiga di dunia dengan bisnis bajanya pada tahun 2005, dianggap sebagai puncak "gunung es" dari kebangkitan ekonomi India?. 16 Sekitar 700 juta rakyat India boleh saja hidup dibawah garis kemiskinan diukur dari standar hidup kurang dari 2 dollar AS per hari atau Rp tapi dalam urusan mencetak jutawan dan miliarder, India adalah juaranya. Setiap tahun, India memproduksi businessman dan jutawan baru yang bergantian mencatatkan namanya dimajalah ekonomi Forbes sebagai orang terkaya dunia. India menambah jutawan baru dalam laju yang lebih cepat ketimbang negara mana pun di dunia ini, kecuali Korea Selatan untuk tahun 2007. Pada tahun 2005, menurut World Wealth Report yang diterbitkan oleh Merril Lynch dan Cap Gemini, jumlah jutawan High Net Worth Individual/HNWI India naik sebesar 19,3% dibandingkan tahun 2004. Saat ini, India tercatat memiliki individu dengan kekayaan pribadi diatas 1 juta dollar AS atau bertambah orang. India hanya kalah cepat dari Korea Selatan yang menambah 21,3% jumlah para jutawannya. Dan, Rusia diurutan ketiga dengan kenaikan 17% dari orang menjadi orang. Fenomena kebangkitan India tampak sangat mencengangkan. Memang tidak seluruhnya penduduk India Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from Page 8/29 This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date Sat Sep 2 213415 2017 / +0000 GMT yang berjumlah 1,2 miliar jiwa itu sejahtera. Hanya sekitar 300 juta orang India yang sejahtera. Dan, jumlah tersebut melebihi total penduduk Indonesia. Kebangkitan India tentu saja tidak bisa dilepaskan dari berbagai faktor, seperti strategi, jaringan, prinsip bisnis, sumber daya manusia, dan tentu saja kearifan lokal masa lalu, seperti halnya etnis Cina dan Arab yang memiliki akar bisnis hingga beberapa generasi sebelumnya. Di India, ajaran bisnis sudah dikenal melalui para tokoh besar masa lalu, yang diwariskan hingga kini sebagai prinsip bisnis dan manajemen modern. Berikut akan dibahas salah satu ajaran bisnis yang berasal dari seorang Vishnugupta Chanakya, seorang ahli strategi politik dan militer dari kerajaan Magadha. Salah satu buku manajemen baru yang menggali kearifan masa lalu adalah The Kama Sutra of Business; Management Principles from Indian Classics 2007 karya Nury Vittachi. Judul buku ini mungkin agak mengejutkan. Belajar prinsip bisnis dan manajemen dari Kama Sutra? Boleh jadi, kita akan berpikir begitu, tapi ditangan Vittachi, kitab kuno yang sering dikesankan porno itu bisa mengeluarkan kiat-kiat bisnis dan manajemen yang relevan dengan masa kini. Pada tahun 2005, menurut World Wealth Report yang diterbitkan oleh Merril Lynch dan Cap Gemini, jumlah jutawan High Net Worth Individual/ HNWI India naik sebesar 19,3% dibandingkan tahun 2004. 17 Lagi pula, sesungguhnya Kama Sutra tidak semata bicara soal seks. Sejatinya, Kama Sutra adalah kitab tentang keseimbangan hidup bahwa manusia harus menyeimbangkan elemen-elemen dalam hidupnya. Bahkan, yang lebih mengejutkan, Vatsyayana pengarang Kama Sutra, ternyata adalah seorang pengkaji agama yang selibat, dan konon tidak pernah punya kekasih. Dalam buku itu, Vittachi tidak banyak membedah Kama Sutra. Masalah Kama Sutra dan Vatsyayana hanya dibahas dalam satu bab dibagian akhir. Vittachi mengisi bab-bab lainnya dengan berbagai kearifan klasik India yang ia gali dari kitab-kitab lama, biografi tokoh, dan sejarah. Dalam hal ini, ia sangat lihai menafsirkan berbagai komponen tersebut, sehingga relevan dengan bisnis dan manajemen modern. Pada bagian awal, Vittachi bercerita tentang Vishnugupta Chanakya, seorang ahli strategi politik dan militer dari kerajaan Magadha yang berhasil mengantarkan Chandragupta Maurya menggulingkan rezim Raja Dhana Nanda yang korup. Chanakya menulis buku Arthashastra, yang menurut Vittachi adalah buku bisnis pertama di dunia. Dalam Arthashastra, Chanakya menguraikan strategi untuk merebut kekuasaan secara sangat mendetail. Ada beberapa prinsip yang dipegang Chanakya untuk memperluas ekspansi bisnis ataupun memperluas wilayah kekuasaan politik. Adapun prinsip sekaligus strategi bisnis orang India kuno dalam mengembangkan kekuasaan wilayah, yang bisa diterapkan dalam dunia bisnis ialah sebagai berikut 1. Percaya Diri dan Tekad yang Kuat Tekad yang menjadi ajaran pertama Chanakya ketika hendak merebut kekuasaan Raja Dhana Nanda. Saat mengikat rambutnya dan bersumpah untuk merebut kekuasaan Raja korup itu, dia belum mempunyai apa pun untuk melawan Dhana Nanda. Dia tidak memiliki senjata, tentara, ataupun pasukan berani mati, kecuali kepercayaan diri dan tekad. Banyak orang berpikir, jika kita mempunyai ?X?, maka kita akan mendapatkan ?Y?. Kita sering menggunakan kekurangan sebagai alasan untuk berhenti dari tujuan. Bila memiliki komputer dan internet yang cepat, kita akan dapat merancang website yang hebat. Jika mempunyai toko, kita akan menjadi penjual yang hebat. Bila memiliki meja dan komputer, waktu dan ruang yang bagus, kita akan menjadi penulis yang hebat. Bila memiliki studio yang bagus, kita akan menjadi seniman yang hebat. Salah satu buku manajemen baru yang menggali kearifan masa lalu adalah The Kama Sutra of Business; Management Principles from Indian Classics 2007 karya Nury Vittachi. 18 Intinya, bukan berarti dalam bisnis kita tidak memerlukan modal, namun langkah pertama bukanlah uang atau modal kapital. Akan tetapi tekad, keinginan, dan kemauan sekeras batu karang ialah kunci utama untuk maju. Tekad adalah langkah pertama yang harus dilakukan dan dimiliki, sebelum semuanya Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from Page 9/29 This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date Sat Sep 2 213415 2017 / +0000 GMT dilengkapkapi. Ajaran tersebut hendak mengatakan bahwa langkah pertama bukalah peralatan, tapi kemauan. Kemauan merupakan hal primer, sedangkan peralatan atau sarana hanyalah kebutuhan sekunder. Ada kasus untuk menjelaskan hal ini. Seorang yang ingin menjadi pelari yang hebat menempuh dua cara vang berbeda. Orang pertama, pergi ke toko dan membeli "semua peralatan lari, sepatu, kaos kaki, dan pakaian lari . Dia membaca katalog dan membeli semua peralatan olahraga dan menghabiskan banyak uang. Orang kedua, keluar rumah dan memulai lari-lari kecil dan terus melatih kecepatannva. Hasilnva orang kedualah yang berhasil dengan mudah, sedangkan orang pertama hanya memiliki peralatan olahraga tanpa adanya prestasi. 2. Untuk Membangun sesuatu yang Hebat, Diperlukan Tim yang Hebat ?Sebuah roda tidak akan menggerakkan apa pun,? begitulah prinsip Chanakya dalam mewujudkan keinginannya. Dalam perang melawan Raja Dhana Nanda, Chanakya tidak mungkin bisa mengalahkan musuhnya yang telah memiliki peralatan perang dan bala tentara yang banyak tanpa bantuan sumber daya disekelilingnya. Intinya, orang tidak akan bisa maju tanpa adanya tim. Terkadang, setiap orang hanya mempunyai ambisi dan tujuan yang jelas, namun mereka jarang memikirkan strategi, dan memilih orang-orang yang akan membantu mencapai tujuan. Banyak orang terlalu percaya diri dengan melakukan segala hal sendiri dengan alasan merasa rugi jika harus merekrut orang-orang dan mendidik mereka, dan dianggap buang-buang waktu. Padahal, dewasa ini, tidak ada bisnis yang maju tanpa kerja tim. Bahkan, dalam korporasi kecil sekalipun, diperlukan orang-orang yang bekerja sama secara tim untuk membantu kesuksesan. Orang hebat atau pemimpin bisnis yang hebat bukan orang yang mampu melakukan segalanya sendiri, tapi orang yang mampu membuat orang lain yang hebat bekerja untuk mencapai tujuannya. Intinya, bukan berarti dalam bisnis kita tidak memerlukan modal, namun langkah pertama bukanlah uang atau modal kapital. Akan tetapi, tekad, keinginan, dan kemauan sekeras batu karang ialah kunci utama untuk maju. 19 3. Para Pengkritik adalah Sahabat Kita Salah satu pekerjaan tim adalah menyatakan tidak setuju dengan pendapat orang lain. Organisasi atau perusahaan tidak akan pernah maju jika orang-orang di sekitar kita, baik staf dan karyawan hanya bilang ?yes bos? atau kepada kita tanpa masukan dan kritik. Seolah-olah manusia disekitar kita itu hanyalah sekumpulan robot yang tidak memiliki pikiran dan energi kreatif sendiri. Kesalahan Raja Dhana Nanda adalah membiarkan dirinya terus-menerus terlena dengan orangorang disekitarnya tanpa kritikan dan masukan dari mereka. Jika mereka memberi masukan, dia malah menyingkirkannya. Dalam kondisi seperti itu, kehancuran sudah di depan mata. 4. Kelemahan Pesaing adalah Hadiah Cuma-Cuma Tidak ada lawan yang tidak memiliki kelemahan. Di dunia politik dan bisnis, hukum itu berlaku. Dalam konteks Raja Dhana Nanda, kelemahannya tidak terletak pada alat-alat perang canggih dan bala tentaranya, namun pada sikap pribadinya yang tidak disukai oleh rakyat karena memungut pajak terlalu serakah dari orang-orang lemah. Rakyat benci, dendam, dan marah pada Raja Dhana Nanda. Oleh Chanakya, kebencian, kemarahan dan dendam menjadi aset yang besar dan tidak terlihat, yang menunggu seseorang untuk mengobarkannya, sehingga menjadi senjata ampuh untuk menggulingkan Raja Dhana Nanda. Dalam dunia industri dan bisnis hal itu juga berlaku. Setiap kompetitor pasti memiliki kelemahan. Bagi para penantang, kelemahan itu harus ditutupi sendiri. Jika ada surat kabar yang dikelola secara buruk dan mengganggu banyak orang karena pemberitaannya, maka kita bisa membuat surat kabar tandingan yang lebih ramah. Kebanyakan orang berpikir untuk mencari celah di pasar, padahal bisa jadi kita bisa menjual sesuatu di pasar yang tidak bercelah. Bila ada restoran yang banyak didatangi oleh pelanggan, tapi tidak ramah, kita dapat membuat restoran yang lebih ramah sebagai alternatiDalam dunia industri dan bisnis hal itu juga berlaku. Setiap kompetitor pasti memiliki kelemahan. Bagi para penantang, kelemahan itu harus ditutupi sendiri. Jika ada surat kabar yang dikelola secara buruk dan Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from Page 10/29 This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date Sat Sep 2 213415 2017 / +0000 GMT mengganggu banyak orang karena pemberitaannya, maka kita bisa membuat surat kabar tandingan yang lebih ramah. Kesalahan Raja Dhana Nanda adalah membiarkan dirinya terus-menerus terlena dengan orang-orang di sekitarnya tanpa kritikan dan masukan dari mereka. Jika mereka memberi masukan, dia malah menyingkirkannya. 20 Kebanyakan orang berpikir untuk mencari celah di pasar, padahal bisa jadi kita bisa menjual sesuatu di pasar yang tidak bercelah. Bila ada restoran yang banyak didatangi oleh pelanggan, tapi tidak ramah, kita dapat membuat restoran yang lebih ramah sebagai alternatif. 5. Bisa Menyesuaikan Diri Kebanyakan kita adalah penantang dalam bisnis. Sebab, sebelumnya sudah ada para pemimpin pasar, serta merek-merek lama yang iebih duiu eksis dan sudah lebih dulu sampai di pasaran. Para penantang harus lebih kreatif dan inovatif, khususnya dalam mengeksplorasi kelemahan dari pemimpin pasar. Adaptasi dalam pasar semacam itu mutlak diperlukan untuk menyaingi pemimpin pasar yang sudah dominan. Kita harus bisa meniru kekuatannya sekaligus memanfaatkan kelemahannya. Itulah ajaran-ajaran tokoh India kuno yang sampai sekarang diserap nilai-nilainya untuk membangun kerajaan bisnis yang amat maju. Masyarakat India yang kaya menyadari betul bahwa negara India termasuk negara yang sulit sebagai tempat berbisnis. Karena itu, banyak perusahaan India yang lari ke luar negeri. Mereka lebih tertarik berekspansi ke luar negeri untuk membangun kerajaan bisnis di negeri yang penegakan hukumnya lemah, pengadilan yang lambat, dan pengam- bilan keputusan yang lamban dari pemerintahnya. B. Strategi dan Jejaring Bisnis Orang India Mengulas fenomena jaringan bisnis suatu etnik memang unik, Salah satu fenomena bisnis etnik paling menarik perhatian di dunia adalah orang-orang India perantauan. Perantau asal India merupakan etnis paling sukses di dunia, bahkan mengalahkan Cina. India memiliki keseriusan secara global untuk menjadikan orang-orang agar sukses di negeri rantau. Orang-orang India di negeri rantau biasa disebut India overseas atau ?India Diaspora?. Salah satu jendela untuk mengintip kesuksesan dan kemajuan orang-orang India dalam berbisnis dapat dilihat melalui majalah Forbes. Pada tahun 2007, majalah itu mengumumkan 946 orang terkaya di dunia. Wajah-wajah India tidak hanya banyak mewarnai, tapi menunjukkan akselerasi yang paling cepat dengan memunculkan wajah baru paling banyak. Dari seluruh daftar orang superkaya itu, 36 orang di antaranya adalah warga India. Total pendatang baru ada 178 pada tahun 2007 yang diwakili oleh berbagai negara, dan 14 orang dari mereka berasal dari India. Orang India lebih tertarik berekspansi keluar negeri untuk membangun kerajaan bisnis di negeri yang penegakan hukumnya lemah, pengadilan yang lambat, dan pengambilan keputusan yang lamban dari pemerintahannya. 21 Orang terkaya dari India tentu saja adalah Lakhsmi Mittal, pengusaha baja terbesar pertama didunia, yang menempati urutan keempat orang paling kaya di dunia setelah Bill Gates, Warren Buffet? keduanya dari Amerika?dan Carlos Slim Helu dari Mexico. Lakhsmi Mittal menjadi orang di dunia. Dan, uniknya, dia tidak membesarkan kerajaan bisnisnya di India, tapi di perantauan, tepatnya di Surabaya, Indonesia. Orang-orang India di perantauan telah terbentuk sebagai komunitas yang paling makmur di dunia. Pada tahun 1995, di Amerika Serikat, mereka sudah menjadi kelompok etnis dengan pendapatan per kapita tertinggi 45 ribu dollar AS, jauh melebihi pendapatan per kapita rata-rata negara itu 26 ribu dollar AS. Menurut BusinessWeek, tahun 1995 terdapat sekitar 10 juta orang India perantauan diseluruh dunia. Total pendapatan tahunan mereka diperkirakan mencapai 340 miliar dollar AS, atau per kapitanya 34 ribu dollar AS; tiga kali lebih pendapatan per kapita Cina perantauan. Menurut situs pengelola jaringan India perantauan jumlah perantauan India sekitar 20 juta orang pada tahun 2000-an. Status mereka ada dua macam. Pertama, masih berstatus sebagai warga negara India, namun bekerja di negara lain, yang biasa disebut NRI Indian Citizens not Residing in India. Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from Page 11/29 This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date Sat Sep 2 213415 2017 / +0000 GMT Kedua, keturunan India yang sudah menjadi warga negara ditempatnya merantau. Kelompok ini disebut PIO Person of Origin who Acquired the Citizenship of Some Other Country. Perbedaan orang India dari perantauan Cina adalah kesuksesan mereka di seluruh bisnis jaringan global di dunia. Di Inggris, Afrika, Timur Tengah, Asia Timur, dan Amerika Serikat, peranan mereka sangat nyata. Tidak sebagaimana Cina yang hanya terkonsentrasi di Asia Timur dan Asia Tenggara. Di mana pun orang India berada, mereka tetap mampu menunjukkan keunggulannya. Bahkan, di negara yang Cina tulen sekalipun, seperti Hongkong. Pada tahun 1995, etnis India di Hongkong cuma sekitar 2,5% penduduk dari total penduduk, tapi sumbangannya dalam ekspor mencapai 10%. Di Singapura dan Malaysia juga demikian. Proporsi etnis India di kalangan bisnis dan profesi?pengacara, dokter, dan akuntan?jauh lebih tinggi ketimbang jumlah mereka. Ada banyak hal strategi orang India yang layak untuk di ikuti. Salah satunya, pada umumnya, mereka merantau dengan tidak membawa apa pun hingga akhirnya bisa sukses ditanah rantau dengan kerja keras yang mereka lakukan. Tidak sebagaimana Cina yang berkonsentrasi untuk menjadi peng usaha dan kurang tertarik pada dunia profesi dan karyawan. Orang India lebih terbuka terhadap segala macam pekerjaan, baik sebagai buruh ataupun profesional. 22 Di Amerika, bukan hal yang aneh bagi orang India untuk menjadi sopir taksi, tidak sebagaimana Cina yang kurang tertarik menjalani profesi tersebut di Indonesia. Bahkan, menurut statistik pemerintah negara bagian New York, 40% dari 40 ribu supir taksi berlisensi {yellow cabe di kota New York ialah imigran dari India, Pakistan, dan Bangladesh. Hal itu menunjukkan bahwa mereka memanfaatkan betul jaringan antara sesama orang India yang telah tiba di Amerika pada tahun 1980-an untuk melanjutkan profesi dan kehidupan awal bagi mereka. Menjadi sopir taksi di Amerika bagi orang India bukanlah profesi akhir. Setelah beberapa tahun, 4 atau 5 tahun kemudian, biasanya mereka beralih profesi meniadi pengusaha kecil. seperti pemilik pompa bensin, penatu toko kecil bahan pangan, atau motel-motel kecil ditempat-tempat pariwisata yang ramai. Menurut data sensus bisnis pada tahun 1994, terdapat orang India di AS yang menguasai motel dari keseluruhan motel yang ada di AS. Maka, wajarlah bila pada tahun 1987, jumlah usaha yang dimiliki oleh orang India di AS naik 120% dari jumlah tahun 1982. Sebuah perturnbuhan yang fantastis. Fenomena sopir taksi India di AS tidak memberi gambaran utuh tentang orang India di perantauan. Sebab, selain supir taksi, hampir di universitas terkenal di AS banyak profesor dari India. Demikian pula dengan tenaga-tenaga profesional seperti pengacara, akuntan, dokter spesialis, ahli komputer, konsultan bisnis, dan sebagainya. Hampir disetiap lapisan orang India terdapat jaringan. Mereka pula yang membuka pintu bagi para imigran India yang lain untuk merasakan nikmatnya kesejahteraan ditanah rantau. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Rhenald Kasali dalam bukunya Sembilan Fenomena Bisnis 2005, disetiap level status sosial orang-orang India di AS dan negara-negara perantauan terdapat jaringan-jaringan yang memungkinkan mereka saling bekerja sama dan berbagi keuntungan. Hanya saja, semakin tinggi status sosial, semakin tinggi persaingan dan jaringan mereka semakin tipis dan tidak mudah diakses. India, orangnya lebih heterogen dengan membuka lahan penghidupan dengan profesi-profesi strategis disektor swasta, hal yang biasanya dihindari oleh orang-orang Cina. Karena beragamnya profesi orangorang India, menjadi keuntungan tersendiri bagi etnis tersebut untuk saling bekerja sama, tidak saja bisnis, namun juga teknologi. Perbedaan orang India dari perantauan Cina adalah kesuksesan mereka di seluruh bisnis jaringan global di dunia. Di Inggris, Afrika, Timur Tengah, Asia Timur, dan Amerika Serikat, peranan mereka sangat nyata. 23 Heterogenitas jaringan India diperantauan setidaknya terbagi dua. Pertama, orang India yang datang ke AS?dan tentu saja negara-negara lain di dunia- sebagai tenaga profesional atau karena peluang profesional. Biasanya, mereka berprofesi sebagai dokter, ilmuwan, mahasiswa yang menetap dan Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from Page 12/29 This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date Sat Sep 2 213415 2017 / +0000 GMT bekerja, akademisi, serta ahli keuangan. Mereka hijrah ke luar negara mereka karena di India tidak mampu memberi lapangan pekerjaan bagi keahlian dan kompetensi mereka, yang berpendidikan sudah sangat maju. Kedua, kelompok orang India yang bekerja disektor informal, seperti sopir taksi, penjual makanan, pengusaha, dan pekerja kasar, yang datang dan pergi merantau karena ada kenalan, maupun kerabatnya yang sudah tiba lebih dulu. Jaringan kekerabatan diantara sesama masyarakat India perantauan sebetulnya amat unik. Di satu sisi, mereka berteman dan saling berbagi informasi seputar masalah bisnis. Sedangkan disisi lain mereka enggan bekerja sama dengan sesama orang India karena bersitegang untuk meraih keuntungan semaksimal mungkin. Menurut Rhenald Kasali mereka ini membangun jaringan hanya sebatas sebagai pemberi informasi, tidak lebih dari sebagai mitra bisnis. Jaringan mereka dikatakan unik karena satu dan diantara lainnya saling berbagi informasi dan memperkenalkan relasi mereka. Relasi network mereka semakin lama semakin besar, disebabkan mereka memanfaatkan teman baru di tempat perantauan untuk menjadi bagian network pemberi informasi walaupun teman mereka tersebut tidak dimasukkan langsung dalam kelompok jaringan inti. Informasi yang mereka peroleh dari pertemanan tersebut diberikan kepada jaringan inti sesama orang India. Jaringan baru tercipta jika orang yang bersangkutan memiliki hubungan famili, seperti saudara, ayah, keponakan dan sebagainya. Mereka cenderung keluar dari etnik jika tidak ada faktor kekeluargaan dan kekerabatan. Orang India?dalam hal ini? lebih terbuka daripada etnis Cina, yang memiliki jaringan kuat di antara mereka sendiri dan terkesan eksklusif. Mereka akan Oleh Ronald Nangoi, Pemerhati Bisnis Internasional Ronald Nangoi, Pemerhati Bisnis Internasional Dapat dipahami bahwa eksekutif dan karyawan perusahaan multinasional dari berbagai negara terlibat dalam bisnis internasional. Dalam melakukan investasi asing langsung, perusahaan akan berinteraksi dengan karyawan lokal dengan latar belakang, bahasa, perilaku, nilai, dan persepsi yang berbeda Nangoi, 1992, hal. 17. Oleh karena itu, pemahaman tentang budaya negara tuan rumah betapapun irasional dan tidak objektif sangat penting. Pengabaian perbedaan atau keragaman budaya bisa menjadi batu sandungan bagi perusahaan multinasional untuk tampil di pasar luar negeri. Menurut Vincent Kane Ball et al, 2012, hal. 94, banyak perusahaan dan karyawan telah melakukan tindakan yang merusak sehubungan dengan ketidaktahuan atau ketidakpekaan terhadap budaya orang lain. Dengan menggunakan konsep Edward T. Hall tentang perbedaan budaya “high-context” konteks-tinggi dan “low-context” konteks-rendah, misalnya, kita dapat berasumsi bahwa orang-orang dengan konteks-tinggi berpotensi konflik atau, setidaknya, ketegangan dibandingan dengan orang-orang dengan konteks rendah. Namun, mereka dapat menghindari konflik atau ketegangan seperti itu, jika mereka sangat memahami konteks budaya orang lain. Mereka bahkan bisa memiliki interaksi yang erat dan sinergis. Dalam berbisnis internasional, pepatah When in Rome, do as the Romans do merupakan kunci bagi sebuah perusahaan multinasional untuk beradaptasi dengan budaya asing. Dengan demikian, tidak ada cara lain bagi eksekutif multinasional selain bersikap rendah hati dalam bergaul dengan rekan-rekannya di negara tuan rumah. Definisi Budaya Untuk memahami budaya, saya mengacu pada beberapa definisi budaya, yang telah dikemukakan dalam buku-buku yang ditulis masing-masing oleh Daniels et al, Ball et al, dan juga yang dirumuskan oleh Koentjaraningrat. Daniels et al 2013, hal. 94 menyajikan definisi budaya sebagai "norma yang dipelajari berdasarkan nilai, sikap, dan keyakinan sekelompok orang." Kemudian, menurut Ball et al 2012, hal. 94, budaya telah didefinisikan sebagai "jumlah total kepercayaan, aturan, teknik, institusi dan artefak yang menjadi ciri populasi manusia." Dengan kata lain, budaya terdiri dari "pandangan dunia individu, aturan sosial, dan dinamika interpersonal yang mencirikan sekelompok orang yang diatur dalam tempat dan waktu tertentu." Koentjaraningrat DosenPendidikan, 2020 mendefinisikan kebudayaan sebagai “keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Dari definisi di atas, kita dapat menemukan bahwa Kebudayaan berkaitan dengan manusia atau masyarakat. Memiliki norma-norma yang didasarkan atas nilai, sikap, dan kepercayaan orang. Mereka dimanifestasikan atau diekspresikan dalam gagasan, tindakan, aturan, institusi dan artefak warisan budaya dan bahasa. Bisnis internasional menyiratkan transaksi antara atau di antara perusahaan dari negara yang berbeda akibatnya membawa komunikasi lintas budaya. Jadi, ketika kita mengatakan komunikasi lintas budaya, sebuah perusahaan bebas memilih untuk beradaptasi dengan atau bahkan memanfaatkan budaya nasional lain untuk kemajuan bisnis kita; atau mengabaikan atau bahkan menolaknya oleh karena perasaan superioritas akan budaya sendiri. Dengan kata lain, kita bisa menempuh jalan untuk penyesuaian budaya versus benturan budaya. Namun, pilihan kedua sebenarnya menunjukkan bahwa kita tidak mau berbisnis, meski kita tidak dapat mengabaikan bahwa "etnosentrisitas" dapat ditemukan di sebagian besar masyarakat yang menganggap budaya mereka lebih unggul dari yang lain Ball et al, 2012, hal. 94. Memahami Budaya yang Berbeda Studi budaya dapat membantu masyarakat bisnis untuk memahami budaya orang lain, meski karakteristik budaya nasional cenderung digeneralisir. Literatur bisnis internasional menunjukkan bahwa ada dua karakteristik budaya utama yang berbeda seperti diperkenalkan oleh Edward T Hall dengan Budaya Konteks-Tinggi versus Budaya Konteks-Rendah; Geert Hofstede dengan lima dimensi budayanya; dan Fons Trompenaars dengan tujuh dimensi perilaku budayanya Ball et al, 2012, hal. 98-104. Dalam masyarakat konteks-tinggi di Asia, seperti China, Jepang, India, Indonesia, Amerika Latin, dan negara-negara Timur Tengah, sebagian besar masyarakatnya tertutup dan kurang berkomunikasi verbal. Namun, mereka berorientasi sosial dan keluarga. Karena mereka memiliki hubungan dekat yang dibangun dalam waktu lama, mereka dapat dengan mudah memahami satu sama lain secara internal. Ruchir Sharma dari Morgan Stanley dalam bukunya Breakout Nations In Pursuit of the Next New Economic Miracles 2012, p. 40 menyoroti India dan Brasil sebagai masyarakat konteks-tinggi. Dengan mengadopsi konsep budaya Hall, ia menyatakan masyarakat konteks-tinggi sangat percaya pada tradisi, sejarah, dan menyukai in-group, baik itu keluarga ataupun lingkaran bisnis, dan dengan demikian mereka rentan terhadap korupsi. Namun orang asing dengan budaya yang berbeda, terutama budaya konteks-rendah, dianggap sebagai orang luar yang tidak bisa dengan mudah berkomunikasi dengan mereka. Dalam bisnis, masyarakat konteks-tinggi lebih suka melakukan kontak tatap muka pribadi dalam aktivitas dan keputusan mereka. Hal ini mengingatkan saya pada gaya populer manajemen Indonesia, yaitu walk-around management yang memungkinkan para manajer perusahaan untuk bertatap muka’ dengan karyawan mereka. Kemudian dalam masyarakat konteks-rendah, seperti di Amerika Utara, pengetahuan sering kali dapat ditransfer, eksternal, dapat diakses, dan publik. Orang-orang bersifat extrovert dan berorientasi pada aturan. Dalam bisnis atau aktivitas kerja, mereka berorientasi pada tugas, urutan dan ketat waktu dan ruang. Dalam karyanya, Hall memasukkan monokrom sebagai waktu yang dicirikan sebagai linier, nyata, dan dapat dibagi menjadi blok-blok, konsisten dengan pendekatan ekonomi terhadap waktu dalam budaya konteks rendah. Dia membedakannya dari polikromik, yaitu dua atau lebih aktivitas yang dilakukan dalam waktu yang sama Ball et al, 2012, hal. 98. Geert Hofstede kemudian memperkenalkan lima dimensi budaya yang beberapa di antaranya memiliki kesamaan dengan karya Hall. Perbedaan budaya antar masyarakat dunia telah digambarkan oleh Geert Hofstede, pertama, dalam dimensi individualisme versus kolektivisme. Mereka dapat dilihat antara lain dalam masyarakat yang memberikan bobot pada kinerja individu misalnya, negara-negara Amerika Utara dan Eropa dan lainnya pada kelompok-kelompok yang kohesif kuat negara-negara Asia, Arab, Amerika Latin, dan Afrika Timur. Dimensi kedua adalah jarak kekuasaan besar versus kecil di mana orang-orang dalam jarak kekuasaan besar memperhitungkan stratifikasi atau status sosial berdasarkan senioritas, usia, pangkat, ras, dan atribut lainnya Filipina, Indonesia, Singapura, India, Malaysia; sedangkan orang-orang dalam jarak kekuasaan kecil menyukai gaya konsultatif dan informalitas negara-negara Eropa dan Amerika Utara. Dimensi ketiga membedakan masyarakat dengan tingkat persepsi orang tentang ketidakpastian dalam pekerjaan atau kehidupan mereka. Orang-orang dengan budaya penghindaran ketidakpastian tinggi menolak perubahan, mempertahankan status quo, dan menginginkan prosedur yang jelas Yunani, Belgia, Rusia, Italia, Korea, dan Meksiko VIACONFLICT, 2013; sedangkan mereka yang memiliki penghindaran ketidakpastian rendah seperti konflik, pengambilan risiko, inovasi Singapura, Amerika Serikat, Inggris, India, Cina, dan Indonesia VIACONFLICT, 2013. Dimensi keempat adalah budaya maskulin versus feminin. Peran pria berfokus pada tugas sedangkan peran wanita berfokus pada hubungan. Ball et al 2012, p. 101 menulis Dalam budaya feminin, ada variasi yang relatif lebih sedikit antara peran laki-laki dan perempuan, yang menunjukkan bahwa peran kepemimpinan dan pengambilan keputusan sama-sama terbuka bagi laki-laki dan perempuan. Dalam budaya feminin, mutu kehidupan kerja penting, orang bekerja untuk hidup, dan masalah lingkungan penting dari perspektif bisnis. Dalam budaya maskulin, peran laki-laki lebih cenderung fokus pada tugas dan peran perempuan fokus pada hubungan, tekanan pada prestasi, pertumbuhan ekonomi adalah utama, orang hidup untuk bekerja, dan kinerja bisnis adalah tujuan utama. Negara-negara seperti Jepang, Austria, Meksiko, Italia, India adalah contoh budaya maskulin sementara Belanda, Norwegia, Swedia, dan Finlandia adalah contoh budaya feminin. Dimensi kelima adalah orientasi jangka panjang versus orientasi jangka pendek. Saya pikir Hall meyakinkan kita bahwa orang-orang dari budaya yang berbeda memiliki nilai, sikap, dan persepsi yang berbeda dalam hidup. Dalam karyanya, kita belajar bahwa orang-orang dengan orientasi jangka panjang memberi bobot pada tatanan sosial, hubungan hierarkis, penyelamatan muka secara kolektif, perencanaan jangka panjang, berpusat pada penghematan, dan hasil jangka panjang; sementara, mereka yang memiliki orientasi jangka pendek pada keamanan pribadi, rasa hormat/martabat, penyelamatan individu, perencanaan jangka pendek hingga menengah, berpusat pada pengeluaran, dan hasil jangka pendek dan menengah Ball et al, 2012, hal. 101. Seperti Hofstede berfokus pada nilai-nilai budaya, Fons Trompenaar pada perilaku sebagai hasil dari nilai-nilai budaya. Dimensi Trompenaar adalah Universalisme versus partikularisme universalisme cenderung berbasis aturan di negara-negara seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, sementara partikularisme berbasis hubungan di beberapa negara Asia klientelisme, patrimonialisme. Individualisme versus komunitarianisme dimensinya mirip dengan kolektivisme individu Hofstede. Netral versus afektif orang-orang dalam budaya netral cenderung tidak emosional yaitu Amerika Serikat, Thailand, dan Finlandia; sedangkan dalam budaya afektif menjadi emosional Italia, Brazil, Filipina. Spesifik versus diffuse kehidupan pribadi dan kehidupan kerja secara khusus dipisahkan dalam budaya tertentu Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Belanda tetapi tidak dalam budaya yang menyebar Cina, India, Argentina, Spanyol, Indonesia Prestasi versus askripsi sistem penghargaan budaya prestasi Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Skandinavia; sedangkan budaya askripsi lebih didasarkan pada keluarga, usia, dan ikatan lainnya Prancis, Italia, Jepang, dan Arab Saudi. Sikap terhadap waktu terutama terfokus pada masa lalu, sekarang, atau masa depan; dan tindakan bisa berurutan monokromik atau sinkronis polikromik yang sangat mirip dengan konsep konteks-rendah dan konteks-tinggi Hall Jerman, Inggris, dan AS versus Jepang, Argentina, dan Meksiko. Sikap terhadap lingkungan masalah dominasi alam Amerika Utara, Australia, Inggris atau hidup selaras dengan alam beberapa negara Asia. Komponen Budaya Keanekaragaman budaya di seluruh dunia dapat digambarkan pada manifestasi budaya negara, sebagaimana saya mengacu pada sudut pandang Koentjaraningrat, dalam bentuk gagasan, 2 tindakan atau perilaku dalam suatu masyarakat sistem sosial; dan 3 karya manusia Koentjaraningrat-3 Wujud dalam 7 Unsur, 2013. Untuk lebih memahami keragaman atau perbedaan budaya, kita dapat menguraikan komponen budaya nasional yang diwujudkan dalam bentuk fisik dan non-fisik tersebut. Baik Daniels et al 2013, hal. 98-114 maupun Ball et al 2012, hal. 105-12 menggambarkan komponen budaya sebagai berikut Estetika, yang diekspresikan dalam seni, musik, film, dan cerita rakyat. Warna, simbol, pola, arsitektur, patung secara verbal dan nonverbal menyampaikan arti yang berbeda kepada orang yang berbeda. Nilai dan sikap, sebagaimana diungkapkan dalam budaya yang berbeda dan diidentifikasi dengan baik oleh ilmuwan sosial seperti Hall dan Hofstede. Agama, yang pada dasarnya membentuk nilai-nilai budaya. Beberapa penelitian menunjukkan beberapa korelasi antara nilai-nilai agama dan kehidupan kerja, seperti yang mungkin kita temukan dalam etika Protestan dalam studi Max Weber dan dalam etika Konfusianisme. Bahasa dalam bentuk lisan/tulisan atau bahasa tubuh. Komunikasi lebih mudah bagi orang yang menggunakan bahasa yang sama daripada orang yang menggunakan bahasa yang berbeda. Mereka yang berasal dari profesi yang sama tidak kesulitan menggunakan bahasa teknis yang sama. Namun, kita dapat memahami kesulitan orang-orang yang hanya menggunakan huruf kanji untuk membaca sesuatu dalam huruf latin dan sebaliknya. Bahasa Inggris setidaknya dapat digunakan di kalangan pebisnis, karena bahasa ini terutama merupakan bahasa bisnis. Tapi, akan menguntungkan bagi seorang eksekutif untuk berbicara bahasa lokal dalam bisnis internasional. Materialisme dan teknologi istilah “kebudayaan material” yang mengacu pada semua benda buatan manusia berkaitan erat dengan aspek teknologi yang berbagi dengan produktivitas bisnis dan ekonomi. Meskipun dapat mengakibatkan konsumerisme berlebihan, materialisme kiranya menyiratkan keinginan akan kekayaan materi yang dapat memotivasi seseorang untuk bekerja atau perusahaan untuk berprestasi. Stratifikasi sosial/organisasi masyarakat, yang terdapat dalam setiap budaya dapat menunjukkan kelas, status, dan penghargaan seseorang. Keanggotaan kelompok dapat berupa keanggotaan ascribed group, yang didasarkan atas kekerabatan hubungan keluarga, umur, jenis kelamin, suku, ras disebut; atau keanggotaan acquired group, yang didasarkan atas agama, afiliasi politik, profesional, dan asosiasi lainnya Daniels et al, 2013, hal. 103. Budaya dan Bisnis Pembicaraan tentang budaya dan lingkungan budaya jelas menunjukkan kepada kita relevansi budaya dengan aktivitas bisnis, bukan hanya aktivitas sosial. Bagaimana lingkungan budaya berdampak pada bisnis telah disorot dari beberapa dimensi dan komponen budaya. Oleh karena itu, dalam menjalankan kegiatan bisnis di seluruh dunia, manajemen perusahaan internasional harus beradapsi dengan lingkungan budaya. Jelas bahwa operasi global berarti bahwa perusahaan berurusan dengan orang asing baik itu konsumen atau karyawan/pekerja dengan latar belakang budaya yang berbeda di negara tuan rumah. Untuk memenangkan pelanggan lokal dengan perilaku dan nilai yang unik, manajemen harus menerapkan bauran pemasaran yang berbeda dengan di negara asal. Menjual makanan adalah contoh sederhana. Karena kepercayaan atau agama tertentu, penjualan jenis makanan tertentu dilarang. Oleh karena itu, perusahaan harus menyesuaikan diri dengan menjual jenis lain yang tidak dilarang tetapi paling disukai. Kemudian dalam manajemen sumber daya manusia, pemahaman akan karakteristik masyarakat konteks-tinggi, misalnya, bisa menghindari ketegangan atau konflik ketika para manajer dari budaya konteks-rendah berinteraksi dengan karyawan konteks-tinggi. Sudah menjadi kebiasaan bagi karyawan dalam budaya konteks-tinggi untuk memprioritaskan interaksi sosial dalam kehidupan kerja. Itulah sebabnya, ketegangan sering terjadi di tempat kerja, karena majikan asing dari kalangan bawah cenderung mengabaikan hubungan sosial atau persahabatan semacam itu. Budaya juga berpengaruh pada manajemen fungsional perusahaan, termasuk manajemen produksi. Penerapan total quality management di perusahaan Jepang jelas sesuai dengan nilai-nilai kolektif atau in-group dalam budaya Jepang. Kemudian, kemajuan teknologi dalam sistem produksi perusahaan dapat dianggap juga dipengaruhi oleh apa yang disebut 'material culture,’ yang kiranya merupakan salah satu ciri budaya global masa kini. Kata Penutup Kami yakin bahwa dengan memiliki pengetahuan tentang budaya beserta dimensi dan komponennya, para eksekutif perusahaan dapat membangun kesadaran dan kepekaan mereka terhadap lingkungan budaya dalam melakukan bisnis internasional. Mereka akan membantu perusahaan untuk melakukan penyesuaian budaya yang sangat penting bagi keberhasilan melakukan bisnis di pasar internasional. Ketidakpekaan terhadap budaya lain dan etnosentrisitas yang kuat tentu saja menyulitkan perusahaan beradaptasi dengan budaya lokal. Penyesuaian budaya merupakan prasyarat terutama bagi perusahaan yang melakukan bisnis di negara asing dengan budaya yang berbeda. Orang mungkin berpendapat bahwa penyesuaian budaya tidak diperlukan oleh perusahaan yang beroperasi di negara dengan budaya serupa. Namun, kita harus ingat bahwa budaya, budaya bangsa, sedang berubah membentuk budaya nasional yang unik. Kemudian, peka terhadap lingkungan budaya negara lain akan membantu perusahaan mengidentifikasi kedekatan budaya mereka sendiri dengan orang lain. Maklum, lingkungan budaya bukan satu-satunya yang dapat mempengaruhi operasi bisnis internasional tetapi kekuatan lingkungan lain, seperti sistem politik dan hukum. Meski memiliki kedekatan budaya, perusahaan asing sering menghadapi perlawanan di negara tuan rumah karena dicurigai mengancam kepentingan nasional negara tersebut. Tetapi poin saya di sini adalah jika negara-negara dengan kedekatan budaya dapat menghadapi masalah bisnis, lalu bagaimana dengan negara-negara dengan budaya yang berbeda. Mereka bahkan bisa merasa jauh lebih sulit jika tidak ada penyesuaian budaya. Oleh karena itu, kami yakin bahwa kepekaan budaya berperan kunci dalam bisnis global. Kita juga harus menyadari perlunya mengikuti perkembangan budaya lain yang berubah seiring waktu. Kita tidak bisa mengabaikan perubahan budaya dalam masyarakat dunia saat ini. Integrasi ekonomi dan kemajuan teknologi, interaksi lintas budaya yang meluas, seharusnya memiliki pengaruh pada budaya negara. Saya masih berpandangan bahwa di era globalisasi, lintas budaya dapat mengubah gaya hidup sosial suatu negara Nangoi, 1992, hal. 18. Masyarakat saat ini sekarang mengkonsumsi apa yang disebut 'produk global' yang tidak kita kenal di masa lalu. Ini bahkan membuat orang mempertanyakan apakah kita sekarang hidup dalam budaya global yang terpadu. Ini dipertanyakan mengingat keragaman budaya dalam masyarakat dunia. Tapi, jelas bahwa globalisasi ekonomi telah membuat dunia saling berhubungan erat dan membuat kita lebih sadar akan multi-budaya di seluruh dunia. Referensi Ball, D. A., Geringer, J. M., McNett, J. M., & Minor, M. S. 2012. International Business The Challenge of Global Competition. Hampshire McGraw-Hill. Daniels, J. D., Radebaugh, L. H., & Sullivan, D. P. 2013. International Business Environments and Operations. Harlow Pearson Education Limited. DosenPendidikan. 2020, April 16. Kebudayaan-Pengertian, Unsur, Bentuk, Wujud&Komponen. Retrieved from Dosen Pendidikan diakses 6 September, 2020 Koentjaraningrat-3 Wujud dalam 7 Unsur. 2013, 03. Retrieved from A Quarter of One Hour diakses 6 September, 2020. Nangoi, R. 1992. Bisnis Internasional Aspek dan Perkembangannya. Jakarta Centre for Strategic and International Studies. Sharma, R. 2012. Breakout Nations In Pursuit of the Next Economic Miracles. London Penguin Books Ltd. VIACONFLICT. 2013, October 15. Retrieved from High and Low Uncertainty Avoidance