DownloadNovel Matahari Tere Liye : Resensi Kiky: Resensi Buku Selamat Tinggal - Tere Liye / Ali sendiri punya rahasia kecil. Baca selengkapnya Free Download Novel Hujan Bulan Juni Pdf - Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono / Translated by the author himself in the form of a novel and from this novel later became a film.
. Resensi Novel Bulan karya Tere Liye: Buku Kedua dari Serial Bumi. SINOPSIS dan RESENSI BUKU : Bulan karya Tere Liye | REFERENSI BUKU BAGUS - SINOPSIS BUKU - RESENSI BUKU - REVIEW BUKU - BUKU TERBAIK - REFERENSI BUKU TERBARU 2017 - REFERENSI BUKU ISLAM - BUKU BEST SELLER 2017 Resensi Novel Hujan - Tere Liye,
Sebenarnyasemua novel yang pernah dibuat oleh Kang Abik merupakan hasil tadabburnya terhadap ayat-ayat suci Al-Qur’an, karena memang tujuan Kang Abik untuk menjadikan karyanya sebagai sarana dalam membumikan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dan Bumi Cinta merupakan hasil tadabbur dari QS Al Anfal 45-47, Kang Abik merasa bahwa orang-orang
Durasi 1 jam 36 menit. Rilis: 18 Juni 2009. GARUDA DI DADAKU: BOLA MANIS BAYU. Film Garuda di Dadaku karya sutradara muda Ifa Isfansyah ini bertema sepak bola. Film ini diharapkan menjadi salah satu media untuk menghibur masyarakat terutama anak-anak pada saat liburan sekolah. "Ini adalah salah satu bentuk mengekspresikan sebuah realitas yang
Postedby admin Maret 16, 2019 Juni 26, 2019 Leave a comment on Resensi Novel “Hujan Posted by admin Maret 16, 2019 Juni 26, 2019 Posted in Teras Sore (Sastra), Tulisan Mahasiswa Sosiologi Navigasi pos. Previous Post Previous post: Puisi. Next Post Next post: Opini. Leave a comment Batalkan balasan.
RESENSI NOVEL: HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO (GPU, 2015) - Quadraterz.com. 4 Contoh Resensi Novel yang Baik dan Benar beserta Tujuannya. Contoh Resensi Novel. Resensi Novel Dear J - Perangkat Sekolah. 20 Resensi Novel di 2021 | Novel, Iman, Buku. Tujuan Resensi Novel Adalah.
Didepanku turun jutaan air yang jernih Membuat dingin di tubuhku Di sampingku, berjajar siswa yang sedang sibuk mengurusi kuliahnya Agak jauh di sana, seorang lelaki berkacamata berdiskusi dengan salah seorang dari mereka Itu Kamu Lelaki yang aku doakan siang malam Yang datang dalam mimpiku akhir-akhir ini Seseorang yang aku rindukan dalam
Unsurdalam novel dibagi menjadi dua, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Waktu bisa diterangkan secara garis besar maupun secara mendetail. Secara garis besar misalnya, musim hujan, tahun 2016, siang hari dan sebagainya. Sedangkan secara mendetail bisa tahun berapa, di bulan apa, hari apa, tanggal jam, meni detik dan seterusnya
ContohTeks Ulasan Novel. Identitas. Judul novel: Dunia Cecilia ( Through a Glass, Darkly) Penulis: Jostein Gaarder. Jenis buku: Fiksi. Penerbit: Phoenix House, London, 1996. Orientasi. Dunia Cecilia adalah novel karya Jostein Gaarder yang merupakan penulis novel filsafat terlaris Dunia Shopie. Dunia Cecilia mengisahkan petualangan seorang
Baca juga: hujan bulan juni: sebuah perjalanan dari puisi hingga novel) Kelebihan : Novel ini memuat begitu banyak pelajaran tentang agama. Cover dari buku Dear Allah sendiri pun sangat menarik khalayak untuk membacanya. Buku ini tidak terlalu tebal dan kertas yang digunakan untuk mencetak buku menggunakan kertas sterenso atau bookpaper yang
kOUA9. Tentang Juni Lalu Tentang Hanin dan Karsa yang selalu apa-apa berdua. Dan tentang perasaan yang bingung harus dilanjutkan seperti apa. "Kau bagaimana?” "Apa?” "Suka Diana?” Karsa tertawa. Mengacak-acak rambut Hanin yang basah meskipun tadi tertutup helm. Ditepuknya kepala Hanin dua kali. "Aku menyukainya. Menyukai dia sebagai teman, tidak boleh diartikan berlebihan. Diana baik, Nin. Tidak ada alasan untuk aku tidak menyukainya. Tapi, hanya teman. Perasaanku tidak boleh disalahartikan.” viewsOngoing Kedai Juni & Juli Juni dan Juli adalah sepasang anak kembar yang berbeda jenis kelamin. Mereka bersepakat membuka usaha sebuah kedai makanan. Nenek mereka, Zalma adalah seorang pengusaha makanan terkenal di zamannya, diketahui memiliki sebuah resep bakmi yang sangat terkenal namun dirahasiakan. Juni dan Juli berusaha memiliki dan mempelajari resep tersebut. Ternyata resep tersebut saat ini dimiliki oleh Dimas Kusuma, seorang pengusaha makanan terkenal di Indonesia yang mendapatkan resep tersebut dari ayahnya, Cahyo Kusuma yang pernah menikahi Zalma sebelum akhirnya bercerai karena perselingkuhan Cahyo dengan wanita lain. Setelah melihat niat dan tekad dari Juni dan Juli, Zalma akhirnya mengajarkan resep itu kepada mereka. Akhirnya, Juni dan Juli membuka kedai makanan dengan resep sang nenek yang menjadi andalannya. Bakmi buatan Juni dan Juli mulai menemukan pelanggan sampai ada seorang food blogger yang merekam kedai tersebut dan menayangkan di akun Youtube channelnya sehingga menjadi viral sampai akhirnya diketahui oleh keluarga Kusuma. Bagaimana reaksi keluarga Kusuma setelah mengetahui hal itu? Bagaimana pula nasib Kedai Juni & Juli beserta resep Zalma? Apakah resep itu juga ada hubungan dengan pembunuhan-pembunuhan yang terjadi? viewsCompleted Gerimis Bulan Desember Bridgia Gantari, 22 tahun, seorang pramugari maskapai nasional yang sibuk. Dia bisa terbang berhari-hari dan jarang pulang. Bridgia alias Brie adalah seorang gadis yang pendiam kendati batinnya ceriwis dan suka memberontak. Dia gadis mandiri, tidak manja, dan tidak percaya CINTA. Brie tak suka dimanja dan memanjakan. Dia dingin dan judes pada lawan jenisnya. Hingga pada suatu hari perjodohan menyapa harinya yang sibuk. Btara Wisnu Adikara, sang calon suami. Lelaki yang tampilannya ala lelaki baik-baik, ternyata seorang yang dingin, judes, cuek. Perlahan perwira muda TNI AD ini menarik hati dan perhatian Brie. Bagaimana keputusannya? Bagaimana pemberontakannya? Benarkah perjodohan ini menjadi lika-liku baru bagi hidupnya? Bagaimana dia mempertahankan kariernya di penerbangan? viewsCompleted Misteri Bulan Agil adalah pria pintar, sayangnya predikat Cum Laude yang dimiliki tak membantunya mendapatkan pekerjaan. Kemiskinan yang menjeratnya membuat pria itu mau bunuh diri. Akan tetapi seorang gadis menyelamatkannya. Gadis yang bernama Bulan itu memberinya ciuman lembut dan menuntut. “Hush, stop!” Tangan Bulan mengusap wajah Agil dan berhenti di bibir lelaki itu, perlahan tangannya membelainya lembut lalu menempelkan bibirnya pasrah di mulut Agil yang reflek melumatnya dengan gugup. Wangi melati membuat kesadaran Agil terhenti beberapa waktu. Dia memeluk perempuan itu erat. Tetapi pria itu kecewa, setelah tahu, gadis itu adalah arwah gentayangan dan memintanya untuk mengungkap siapa pembunuhnya. viewsCompleted Pelangi Setelah Hujan Jika pernah terjadi suatu hal yang buruk dalam hidup seakan akan menghancurkan segala mimpi, namun ingatlah satu hal awal yang buruk belum tentu berakhir dengan suatu yang buruk pula. . . . . Berawal dari tragedi satu malam yang sangat mengerikan bagi seorang perempuan bernama Vina. Bagaimana tidak?karena tragedi itu,masa depannya hancur lalu kehilangan orang yang ia sayangi untuk selama lama nya. Bagaimana Vina melanjutkan hidupnya? viewsCompleted Sketsa Hujan Hujan pertama di pembuka Oktober sore itu, ternyata tidak hanya meninggalkan genangan dan sisa sampah yang berserakan. Tetapi juga kenangan mendalam dan sebuah hati yang terserak tak karuan. Sejak sore itu, lepas hujan pertama itu, hati sejoli sahabat berlain jenis itu tidak lagi sama. Ada hati yang dipenuhi bunga-bunga dan secercah mimpi untuk bersama, tapi ada satu hati lagi yang menyimpan sebongkah teka-teki, juga rasa takut kehilangan yang begitu tinggi. Hujan pertama kala itu adalah awal dari segenap rindu, benci, luka, dan hal lain yang tak sempat terselesaikan. Aksara Sendja Nirmala dan Bimasena Langit Permana adalah dua hati yang terbentuk dari sketsa luka dan hujan yang sama. Akankah keduanya bisa kembali melewati hujan bersama lagi tanpa adanya luka dan kecewa? viewsOngoing Di Balik Hujan Hari ini, adalah hari yang sangat mengharukan. Dimana, tepat ketika tetesan air hujan mulai turun, aku di lahirkan ke dunia ini. Tangis bahagia memecah keheningan malam. Semua orang menyambut hangat kedatanganku. Namun, di setiap pertemuan, pasti ada perpisahan. Ayahku mengalami penyakit yang sangat serius pada saat itu. Tepat setelah Ayah mencium keningku yang mungil, ia pun menghembuskan nafas terakhirnya. viewsOn-hold Menunggu Bulan Berkisah tentang seorang tuan muda yang bernama Rayi jatuh cinta pada Raya, putri pembantunya. Raya yang masih belia tak menyadari perhatian yang diberikan Rayi padanya. Ia masih menjaga jarak tidak berani berharap banyak. Hingga suatu hari ibu Rayi berniat menjodohkan dengan putri cantik dari keluarga kaya yang bernama Hanum. Wanita itu sangat mengharapkan menantu yang baik yang jelas bibit, bebet, dan bobotnya yang kelak memberikan cucu dari kalangannya. Rayi tak dapat menolak permintaan wanita yang telah melahirkannya. Ia sangat takut penyakit jantung yang diderita ibunya kambuh yang akan ia sesali sepanjang hidup. Bagaimana nasib percintaan Rayi dengan Raya? Apakah Rayi bahagia menjalani kehidupan pernikahannya? Akankah Raya mendapat pengganti tuan muda? Kisah fiksi ini sangat seru untuk diikuti. Berlatar budaya Jawa dengan setting Jawa tengah dan pesantren, kisah Rayi dan Raya menjadi sangat menarik untuk disimak. Banyak nilai luhur yang disampaikan. Ajaran gama yang kental akan sangat menambah khazanah wawasan pembaca. Buka gembok, baca ceritanya, lalu vote. Kalian akan mendapatkani kejutan setiap babnya. viewsOngoing Good Novel GN Poetry and all, to inspire and to create, to give people spirit that they love, to give back something they lost and they missing in their live. Keep writing and keep on reading. We are exist for you and your desired to keep writing and reading story. viewsOngoing Pungguk Merindukan Bulan Humairah Samudera Seika dan Kama saling mencintai bahkan sejak pandangan pertama di Real Publishing, tempat mereka bekerja. Sayang, Papa tidak merestui hubungan mereka karena posisi Kama yang dianggap rendah. Seika berkeras dengan cintanya hingga suatu hari, dia keluar dari pekerjaannya sebagai editor di Real Publishing yang notabene milik Papa. Bersama Kama, Seika merintis perusahaan penerbitan sendiri. Semua berjalan lancar, sampai di tahun ke tiga Seikamara Publishing berhasil membuka cabang di beberapa kota besar di Tanah Air. Tentu saja, Seika merahasiakan usahanya dari Papa. Mengapa? Dia ingin Kama menjadi orang berhasil dulu baru kemudian melamarnya. "Kita harus terus bersabar ya, Kama? Kita harus terus berjuang. Pantang menyerah, demi cinta kita." "Ya, Seika. Atas nama cinta, aku nggak akan pernah menyerah. Kita pasti bisa mendapatkan restu Papa. Aku yakin itu." "Ya, Kama. Semoga Tuhan merestui cinta kita, ya?" "Ya, Seika. Jangan pernah lelah untuk melangitkan doa-doa." Sayang, Derya staf keuangan di Real Publishing memergoki usahanya. Tak urung jua, dia melancarkan banyak intrik demi bisa mendapatkan cinta Seika yang selama ini didambakan dalam diam. Jahatnya, Derya melaporkan hubungan Seika dan Kama pada Papa. "Asal kamu tahu saja ya, Seika? Kalau aku nggak bisa mendapatkan kamu, maka tak seorang pun bisa. Tanpa kecuali, termasuk si Supir sialan itu, Kama! Kamu paham?" Apa yang akan terjadi setelah Papa tahu sepak terjang Seika? Siapakah yang akhirnya berhasil mendapatkan cinta Seika, Kama si Baik Hati atau Derya si Jahat? jatuhbangunkejarrestu viewsCompleted
Judul Hujan Bulan Juni Penulis Sapardi Djoko Damono Penerbit Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit Juni 2015 Tebal 135 halaman Sarwono merupakan dosen muda yang mengajar antropologi UI yang sangat pandai dalam membuat bait puisi. Dia mempunyai hubungan dengan Pingkan yang merupakan dosen muda prodi jepang. Mereka pun bingung entah kapan hubungan tersebut akan berlanjut kepernikahan. Namun mereka masih asyik dengan status pacaran. Banyak lika liku hidup yang dihadapi Sarwono dan Pingkan. Mereka adalah sosok yang berbeda baik kota,suku,budaya bahkan agama. Sarwono orang Solo yang pastinya orang Jawa sedangkan Pingkan adalah campuran antara jawa dan Menado. Ibu pingkan keturunan Jawa namun lahir di Makasar sedangkan Ayahnya berasal dari Menado. Sebenarnya Pingkan dan Sarwono tidak pernah mempermasalahkan perbedaan mereka. Namun perbedaan mereka selalu dipermasalahkan oleh keluarga besar Pingkan yang berharap Pingkan tidak melanjutkan hubungannya dengan Sarwono. Harapan dari salah satu tante Pingkan dia menikah dengan dosen muda yang baru saja menyelesaikan studi MA di Amerika. Namun Pingkan tetap mempertahankan hubungannya dengan Sarwono. Bahkan jika dia menikah, dia akan tinggal di Jakarta bersama Sarwono. Hubungan Pingkan dan Sarwono juga mendapat aral. Ketika Pingkan mendapatkan beasiswa ke Jepang Sarwono merasa kehilangan. Ketakutannya bukan karena akan keraguan atas cinta Pingkan, namun pada kehidupan dan orang yang ada di Jepang. Karena ada sontoloyo Katsuo. Ia merupakan dosen dari jepang yang pernah kuliah di UI tempat Sarwono dan Pingkan mengajar. Dan selama di Indonesia Katsuo sangat dekat dengan Pingkan. Sarwono yang dengan kuat menahan diri saat berjauhan dan berkeyakinan bahwa Pingkan tetap setia kepadannya. Disisi lain Sarwono yang bekerja tanpa istirahat bersamaan melawan batuk atas penyakitnya itu. Batuk yang pada akhirnya membuat dia terkapar di rumah sakit. Berita Sarwono sampai kepada Pingkan yang saat itu Pingkan sudah tiba di Jakarta. Kemudian Pingkan segera terbang ke Solo untuk menemui Sarwono. Dari Ibu Sarwono pingkan diberi koran dan dibukannya dilihat terdapat tiga bait sajak pendek disudut halamannya. Kelebihan dan Kelemahan Novel Novel ini memiliki kelebihan antara lain sampul novel yang elegan dan menarik. Banyak kalimat yang terbaca seperti sebuah syair dalam setiap percakapan. Muncul juga beberapa kalimat percakapan yang menggunakan bahasa jawa didalam novel ini. Disisipkan juga beberapa bait puisi yang menambah bumbu romantika dalam sebuah kehidupan dan hubungan. Adapun kelemahan novel ini antara lain terdapat kata yang sulit dimengerti dan alur ceritannya sulit ditebak. Kesimpulan Novel yang berjudul Hujan Bulan Juni yang merupakan karya Sapardi Djoko Damono ini menceritakan kisah cinta dua dosen muda yaitu Sarwono dan Pingkan. Namun hubungan tersebut belum sampai kejenjang pernikahan karena perbedaan mereka terutama dalam hal agama. Navigasi pos
Hujan Bulan Juni merupakan kumpulan puisi yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono yang pertama kali diterbitkan pada 1994 oleh Penerbit Grasindo. Selain dalam bentuk kumpulan puisi, Hujan Bulan Juni juga ditulis menjadi sebuah novel. Kumpulan puisi Hujan Bulan Juni sendiri memuat sejumlah 102 puisi Sapardi Djoko Damono yang ditulis dari tahun 1964 sampai 1994. Sejumlah puisi yang ada di dalam buku ini adalah penerbitan ulang dari puisi-puisi yang pernah terbit dalam buku Duka-Mu Abadi 1969, Mata Pisau 1974, Akuarium 1974, dan Perahu Kertas 1984. Judul buku kumpulan puisi ini meniru dari puisi yang ditulis oleh Sapardi pada tahun 1989. Sampai saat ini, Hujan Bulan Juni telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin. Untuk Hujan Bulan Juni Sebuah Novel sendiri diterbitkan pada Juni 2015 oleh Gramedia Pustaka Utama. Novel ini hanya memiliki total 135 halaman saja. Novel Hujan Bulan Juni mengisahkan tentang bagaimana mungkin seseorang mempunyai keinginan untuk mengurai kembali benang yang tidak terkira jumlahnya dalam selembar sapu tangan yang sudah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang dapat mendadak terbebas dari jaringan benang yang silang-menyilang, susun-bersusun, dan timpa-menimpa dengan rapi di selembar sapu tangan yang telah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jemarinya sendiri, oleh ketabahannya sendiri, oleh tarikan dan hembusan nafasnya sendiri, oleh kesunyiannya sendiri, oleh kerinduannya sendiri, oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri, oleh penghayatannya sendiri mengenai hubungan-hubungan pelik antara laki-laki dan perempuan yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang. Bagaimana mungkin? Profil Sapardi Djoko Damono – Penulis Novel Hujan Bulan JuniSinopsis Novel Hujan Bulan JuniPros & ConsKelebihan Novel Hujan Bulan JuniKekurangan Novel Hujan Bulan JuniPesan Moral Novel Hujan Bulan JuniBuku Best Seller RekomendasiArtikel Terkait Rekomendasi Buku Sumber gambar Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono atau yang akrab dipanggil “SDD” yang menyingkat inisial namanya merupakan pria kelahiran 20 Maret 1940. Sapardi Djoko Damono merupakan seorang pujangga asal Indonesia yang sangat populer. SDD merupakan putra pertama dari pasangan Sadyoko dan Saparian. Nama SDD menjadi dikenal masyarakat luas, karena berbagai karya puisinya membahas tentang hal-hal sederhana, tetapi penuh dengan makna kehidupan. Maka dari itu, karyanya tersebut bisa dikagumi oleh masyarakat, bahkan kalangan sastrawan. Dalam dunia kesusastraan Indonesia, SDD sering dianggap sebagai sastrawan angkatan 1970-an. Sapardi Djoko Damono menikah dengan Wardiningsih. Pernikahan mereka berdua diberkati dengan kehadiran seorang putra dan seorang putri. Sapardi menghembuskan napas terakhirnya pada tanggal 19 Juli 2020 di Rumah Sakit Eka BSD, Tangerang Selatan. Ia meninggal akibat penurunan fungsi organ tubuh. Masa muda Sapardi dihabiskan di Surakarta. SDD menempuh pendidikan dasar di SD Kesatryan Keraton yang berlokasi di Surakarta. Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMP Negeri 2 Surakarta, dan berhasil lulus tahun 1955. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 2 Surakarta dan berhasil lulus pada 1958. Pada masa itu, Sapardi telah menghasilkan sejumlah karya yang ia kirimkan juga ke berbagai majalah. Kegemarannya untuk menulis ini berkembang ketika ia menempuh pendidikan tinggi di bidang Bahasa Inggris di Jurusan Sastra Barat, Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. SDD juga sempat menempuh pendidikan di University of Hawaii, Honolulu, dan menempuh program doktor di Fakultas Sastra UI dan berhasil lulus pada tahun 1989. Setelah lulus kuliah pada tahun 1964, SDD sempat menjadi pengajar pada Fakultas Keguruan Sastra dan Seni IKIP Malang di Madiun hingga tahun 1968. Pada tahun 1973, setelah sempat bekerja di Semarang, Sapardi pindah ke Jakarta untuk menjadi direktur pelaksana Yayasan Indonesia yang menerbitkan majalah sastra Horison. Sejak tahun 1974, Sapardi mengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Sapardi juga sempat ditunjuk sebagai Dekan Fakultas Sastra UI untuk periode 1995 sampai 1999 setelah sebelumnya diangkat sebagai guru besar. Pada masa tersebut, Sapardi juga menjadi redaktur majalah Horison, Kalam, Basis, Majalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, Pembinaan Bahasa Indonesia, dan country editor majalah Tenggara di Kuala Lumpur. Setelah selesai menjabat sebagai dosen di UI pada tahun 2005, Sapardi masih mengajar di Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta sembari tetap menulis fiksi dan nonfiksi. Sapardi juga merupakan salah satu pendiri Yayasan Lontar. Puisi karya Sapardi sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk juga bahasa daerah. Sapardi tak hanya aktif untuk menulis puisi saja, tetapi ia juga gemar menulis cerita pendek. Selain itu, Sapardi juga suka menulis esai, menerjemahkan berbagai karya penulis asing, dan menulis sejumlah artikel atau kolom di koran, termasuk juga kolom sepak bola. Beberapa puisi karyanya sangat populer dan dianggap sebagai karya legendaris. Contohnya seperti Hujan Bulan Juni, Aku Ingin, Akulah si Telaga, Pada Suatu Hari Nanti, dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari. Popularitas puisi karyanya ini semakin meningkat setelah ia melakukan musikalisasi puisi bersama sejumlah mantan mahasiswanya di FIB UI. Dari hasil musikalisasi puisi itu, tercipta sebuah album yang populer, yakni oleh Reda dan Tatyana. Sapardi Djoko Damono telah banyak menerima penghargaan. Di antaranya, yaitu Cultural Award Australia 1978, Anugerah Puisi Putra Malaysia 1983, SEA Write Award Thailand 1986, Anugerah Seni Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1990, Kalyana Kretya dari Menristek RI 1996, Achmad Bakrie Award Indonesia 2003, Akademi Jakarta 2012, Habibie Award Indonesia 2016, dan ASEAN Book Award 2018. Sinopsis Novel Hujan Bulan Juni Pros & ConsProsKonflik cerita yang penulisan khas Sapardi Djoko Damono yang dengan latar masa pengajaran akan toleransi antar cerita kalimat sulit untuk dimengerti akibat pemilihan kata dan penggunaan kata dalam Bahasa Jawa. Ini adalah kisah mengenai hubungan percintaan antara Sarwono, pria sederhana yang kaku, dan Pingkan, gadis yang jika boleh saya kategorikan layaknya syarat untuk menjadi Miss Universe Brain, Beauty dan, Behavior. Gadis itu berdarah campuran dari dua suku, Jawa Solo dan Minahasa Menado. Toar merupakan lakak Pingkan sekaligus sahabat Sarwono. Dari persahabatannya itulah, kisah cinta mereka dimulai. Sarwono adalah seorang antropolog. Ia sedang disibukkan dengan pekerjaannya sebagai peneliti. Sarwono mendapatkan tugas itu dari dosen seniornya. Tak lama kemudian, mereka berdua, Pingkan dan Sarwono, akibat sering bertemu maka keduanya saling jatuh cinta. Namun, mereka dibenturkan oleh sebuah kendala, yakni perbedaan agama. Uniknya, cinta mereka dipenuhi dengan obrolan yang remeh setiap kali sedang pergi bersama. Namun, justru karena obrolan mereka itulah yang membuat suasana romantis di antara keduanya semakin berkembang. Pada bab awal, Sarwono dibuat gembira, karena tiga puisi karyanya dimuat di sebuah koran bernama Swara Keyakinan. Sayangnya, tanggapan Pingkan setelah mengetahui hal itu biasa saja. Ia malah mengatakan bahwa puisi Sarwono itu kisruh dan cengeng, saat membaca puisi Sarwono yang lain, selain yang dimuat hari itu. Sarwono belum sempat memperlihatkan kepadanya, dan ia mengetahui bahwa, Pingkan mungkin tidak akan memberikan reaksi baik. Namun, meski begitu, gadis berkulit putih itu tetap memberikan perhatiannya kepada Sarwono. Malah Pingkan juga pernah merasa kasihan saat Sarwono yang bertubuh kurus itu terbatuk-batuk. Meski Sarwono berdalih dengan mengatakan dirinya sehat, Pingkan akan membantah perkataannya. Ia mempertanyakan apa yang dimaksud Sarwono sebagai sehat? Suka merokok dan batuk-batuk kok dibilang sehat? Itu dia cara Pingkan menunjukkan rasa sayangnya kepada pria jawa yang ia cintai. Sebab, Pingkan mengetahui bahwa Sarwono pernah gagal untuk melanjutkan studi ke Amerika akibat terdapat flek di paru-parunya yang mencurigakan. Sayangnya, Pingkan harus melanjutkan studinya di Negeri Sakura. Ia dikirim dari kampusnya dan melaksanakan perintah prodinya. Sarwono dibuat semakin galau saat mengetahui berita itu. Terlebih lagi, ia pernah mendengar bahwa pria Jepang bernama Katsuo yang pernah berkunjung ke Indonesia dan pernah menjalin hubungan dekat dengan Pingkan, sudah lulus program pascasarjana dan menjadi dosen di Universitas Kyoto. Ya, tempat mengajar Katsuo tidak lain adalah kampus yang nantinya akan menjadi tempat Pingkan menimba ilmu. Di bab akhir, dikisahkan bahwa Sarwono jatuh sakit hingga cairan dalam paru-parunya perlu disedot. Sarwono menderita paru-paru basah, benak dan hatinya juga basah akibat lama menahan rindu ingin bertemu sang kekasih. Kelebihan Novel Hujan Bulan Juni Novel Hujan Bulan Juni karya pujangga legendaris Indonesia ini tentunya memiliki banyak kelebihan. Kelebihan pertama, yakni novel ini berisi konflik yang sederhana. Novel ini hanya mengisahkan hubungan percintaan antara Sarwono dan Pingkan, yang sama-sama saling mencintai. Namun, terdapat sejumlah kendala yang merintangi hubungan mereka, terutama akibat perbedaan agama dan suku bangsa keduanya. Gaya penulisan novel Hujan Bulan Juni ini juga dinilai sangat khas karya Sapardi Djoko Damono. Meskipun ini merupakan novel, narasi dalam novel ini ditulis dengan gaya bercerita seperti sedang menyampaikan puisi. Pembaca dapat menemukan banyak kata-kata puitis dan indah dalam narasi kisah ini. Pembaca juga sangat mengapresiasi SDD yang dinilai melakukan riset yang cukup mumpuni untuk menulis novel ini. Riset yang dimaksud adalah mengenai teknologi, karena SDD sudah tergolong kaum lansia ketika menulis novel ini, tetapi ia tetap menghadirkan unsur teknologi dalam cerita ini. Novel Hujan Bulan Juni ini menyajikan cerita cinta yang memiliki latar situasi yang relevan masa sekarang. Kemudian, dalam novel Hujan Bulan Juni ini, Sapardi Djoko Damono memberikan pesan tersirat tentang toleransi agama dalam sebuah hubungan. Secara keseluruhan, pembaca dapat menikmati novel yang sangat singkat ini. Pembaca dapat menikmati bagaimana karakter para tokoh yang seperti malu tapi mau, sontoloyo, tetapi saling perhatian. Narasi kisah ini mampu membuat pembaca senyum-senyum sendiri ketika membacanya. Kekurangan Novel Hujan Bulan Juni Selain kelebihan, novel Hujan Bulan Juni ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan novel ini terletak pada alur cerita yang melompat-lompat. Terkadang, plot ceritanya terjadi di latar waktu saat ini, kemudian tiba-tiba ada alur mundur, dan setelah itu bisa saja mereka telah melompat ke peristiwa lain yang terjadi di masa depan. Hal ini cukup membingungkan para pembaca. Kendala lain yang ditemukan pembaca, yakni untuk mencerna kalimat demi kalimat yang dinilai jadul dan kental dengan adat Jawa. Bagi mereka yang bukan berasal atau keturunan Jawa, hal ini cukup menjadi kendala. Ditambah lagi, novel ini tidak memiliki catatan kaki yang memuat terjemahan Bahasa Jawa yang digunakan. Pesan Moral Novel Hujan Bulan Juni Melalui kisah ini, kita dapat mengetahui bahwa nasib memang diserahkan kepada manusia untuk diperjuangkan. Namun, takdir juga harus ditandatangani di atas materai dan tak boleh digugat jika nanti terjadi apapun. Meskipun itu baik atau buruk. Dari kisah ini juga kita mengetahui bahwa kesepian bagaikan benang-benang halus ulat sutera yang secara perlahan, lembar demi lembar, mengurung manusia sampai ulat yang ada di dalamnya ingin segera melepaskan diri dan berubah menjadi wujud yang sangat berbeda. Supaya bisa saja tak diingat lagi dari mana asalnya. Kisah cinta Sarwono dan Pingkan ini juga mengajarkan kita untuk senantiasa menghargai kepercayaan masing-masing. Perbedaan yang ada di dunia ini bukan merupakan sebuah penghalang. Jadi, jangan menilai perbedaan sebagai hal yang buruk. Nah, itu dia Grameds ulasan novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Bagi kalian yang penasaran akan karya legendaris pujangga ternama Indonesia ini, kalian bisa mendapatkan buku ini hanya di Rating 3,7